Megapolitan . 28/07/2025, 14:54 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) hadir di Polda Metro Jaya, dalam agenda gelar evaluasi akhir terkait kasus meninggalnya diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Senin, 28 Juli 2025. Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam yang akrab disapa Cak Anam menyampaikan, pertemuan tersebut sangat penting untuk mengukur sejauh mana proses penanganan perkara berjalan secara akuntabel dan sesuai dengan prosedur hukum.
"Hari ini agendanya rapat Anev. Evaluasi, update, dan sebagainya. Kami dengar juga mungkin nanti ada ahli. Kami ingin mengukur apakah proses penanganannya sesuai prosedur. Juga melihat sejauh mana substansi kasus ini ditelusuri secara utuh," ujarnya kepada awak media.
Ia menyebut bahwa kehadiran lembaga eksternal seperti Kompolnas, Komnas HAM, dan para ahli forensik merupakan bagian penting dalam memastikan proses penyelidikan berlangsung transparan dan dapat dipercaya.
"Semoga keluarga juga bisa mengikuti hari ini. Ini penting agar prosesnya jadi transparan dan kredibel. Yang paling penting adalah informasi pertama harus datang dari sumber yang formal dan terukur," tambahnya.
Kasus Sudah Jelas dari Sisi Kronologi
Terkait sejumlah fakta yang mengemuka, seperti rekaman video Arya Daru di atap gedung (rooftop) dan hilangnya ponsel milik korban, Anam mengatakan bahwa sebagian besar lokasi dan kronologi kejadian telah dipetakan secara lengkap.
"Itu semua sudah ditelusuri. Rekam jejak digitalnya lengkap, menit per menit ada. CCTV juga terekam. Jadi dari sisi peristiwa sebenarnya sudah terang," ucapnya.
Namun demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi. Ia berharap laporan forensik tersebut bisa diumumkan dalam waktu dekat.
"Soal ponsel memang kami belum dapat info terakhir, tapi yang menentukan penyebab kematian bukan ponsel, melainkan hasil utopsi. Semoga hari ini sudah keluar," lanjutnya.
Keterlibatan Keluarga dan Harapan Redam Isu Liar
Anam juga menekankan pentingnya kehadiran keluarga korban dalam proses penyelidikan. Hal ini, menurutnya, penting untuk memastikan bahwa informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipercaya, bukan dari spekulasi media sosial.
"Harapan kami, keluarga korban bisa hadir. Supaya mereka bisa mendapatkan informasi langsung, bukan dari spekulasi media sosial. Ini penting agar publik tidak terus-menerus terombang-ambing oleh informasi yang belum tentu benar," paparnya.
Detail Temuan Baru: Lakban Kuning dan Barang Bukti
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media