Nasional . 20/08/2025, 07:30 WIB

Blokade Jalan di Hunuth Kota Ambon Dibuka Pascabentrok Massa

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Ratusan personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan atasi bentrokan warga yang terjadi di Negeri Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Selasa 19 Agustus 2025. Aparat juga berhasil membuka kembali akses jalan yang sempat tertutup barikade pascainsiden tersebut.

"Ini berkat kesigapan dari aparat keamanan TNI bersama Polri yang diterjunkan sebanyak 350 personel untuk melakukan pengamanan," tutur Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease, Kombes Pol. Dr. Yoga Putra Prima Setyo, di Ambon, Selasa 19 Agustus.

Pengerahan ratusan aparat gabungan tersebut turut dipantau langsung oleh sejumlah pejabat, di antaranya Dansat Brimob Polda Maluku, Dirbinmas Polda Maluku, Karo Ops Polda Maluku, Dandim 1504 Ambon, serta Ketua DPRD Kota Ambon. Mereka hadir di lokasi untuk menenangkan massa dan meredakan ketegangan.

"Aparat kepolisian juga membantu mengevakuasi warga dan menyelamatkan mereka yang terjebak dalam tawuran," ungkap Kapolresta melalui Kasi Humas Polresta, Ipda Janet Luhukay.

"Saat ini blokade jalan sudah dibuka. Warga berhasil dievakuasi oleh aparat keamanan satuan Brimob, Samapta dan Polresta Ambon dan menyelamatkan warga yang terjebak dalam tawuran," katanya lagi.

Polisi menegaskan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam tindak pidana hingga menewaskan seorang pelajar yang menjadi pemicu bentrokan tersebut.

Di sisi lain, Wali Kota Ambon bersama Ketua DPRD setempat langsung turun tangan dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api di lokasi kejadian.

"Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Ambon mengerahkan mobil pemadam kebakaran yang cepat bisa memadamkan api," ujarnya.

Aparat juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Insiden ini bermula dari tawuran antarpelajar yang mengakibatkan seorang siswa meninggal dunia, kemudian berkembang menjadi pengerahan massa hingga memicu bentrokan antarwarga.


Diketahui, pertikaian terjadi antara kelompok masyarakat dari Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, dengan warga Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Baguala pada Selasa 19 Agustus 2025.

Peristiwa ini dipicu oleh insiden perkelahian antar pelajar yang berujung jatuhnya korban jiwa. Rekaman video yang beredar di media sosial menampilkan kerumunan massa dari kedua belah pihak saling menyerang menggunakan batu dan senjata tajam. Situasi semakin memanas setelah provokasi memicu ledakan emosi hingga terjadi bentrokan. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com