Megapolitan . 01/09/2025, 15:47 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Sebanyak 2.829 sekolah di Ibu Kota untuk sementara menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat situasi Jakarta yang belum sepenuhnya stabil pascaaksi unjuk rasa dalam beberapa hari terakhir.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan kebijakan ini diambil agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan tanpa terganggu potensi unjuk rasa lanjutan.
“Dinas Pendidikan telah memutuskan ada 2.829 sekolah yang pembelajarannya secara daring,” kata Pramono di Balai Kota, Senin, 1 September 2025.
Ia menambahkan, PJJ berlaku hingga waktu yang belum ditentukan dan akan dievaluasi sesuai perkembangan di lapangan. “Harapannya, dalam satu atau dua hari ke depan situasi bisa kembali normal sehingga sekolah dapat beroperasi seperti biasa,” ujarnya.
Selain itu, terdapat 2.439 sekolah yang tetap melaksanakan tatap muka karena dinilai tidak terdampak, sementara 346 sekolah lain menggunakan sistem hybrid. “Tujuannya jelas, agar pendidikan di Jakarta tidak terhenti,” imbuhnya.
Pramono juga menyinggung imbauan kerja dari rumah (WFH) bagi perusahaan yang kantornya berada di sekitar lokasi unjuk rasa. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (DTKE) DKI Jakarta Nomor e-0014/SE/2025.
Meski demikian, aturan tersebut hanya berupa anjuran. “Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak swasta untuk menentukan kebijakan masing-masing,” jelasnya.
Pramono menegaskan, secara umum kondisi keamanan Jakarta kini berangsur kondusif. “Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran Forkopimda yang telah menjaga ketertiban,” pungkasnya.
(Cahyono)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media