Nasional . 10/09/2025, 14:16 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, Komisi IV DPR RI, serta masyarakat Indonesia, usai munculnya kontroversi akibat fotonya yang terlihat bermain domino bersama eks tersangka pembalakan liar, Azis Wellang.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Raja Juli saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 9 September 2025.
"Dari hati yang terdalam, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada Pak Presiden Prabowo, kepada Komisi IV mitra saya, dan terutama maaf saya tentu kepada masyarakat Indonesia atas kericuhan yang terjadi karena foto yang beredar tersebut," katanya.
Klarifikasi dan Kronologi Pertemuan
Raja Juli menjelaskan bahwa momen tersebut terjadi secara tidak disengaja saat ia bertandang ke Posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), tempat Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, berada. Dalam kunjungan itu, Raja Juli menyebut dirinya tengah membicarakan sejumlah hal dengan Karding dalam pertemuan tertutup selama lebih dari dua jam.
"Mas Menteri Karding meminta saya 'nyamperin' beliau di Posko KKSS di mana beliau saat ini menjadi Sekjennya," jelas Raja Juli melalui akun Instagram pribadinya, dikutip pada Minggu, 7 September 2025.
Setelah pertemuan usai dan menjelang waktu pulang, Raja Juli melewati ruang tamu yang dipenuhi sejumlah orang yang sedang bermain domino. Ia mengaku sempat diajak ikut bermain.
"Jadi saya dari toilet mau pulang, terus di 'main dulu', mereka sedang main, karena Mas Karding ada di situ, dua orang berdiri, saya duduk di sana. Dan saya cuma main dua kali, setelah itu saya pulang," imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa saat itu tidak mengenal para pemain lain, termasuk Azis Wellang, dan baru mengetahui identitas serta latar belakang hukum yang bersangkutan setelah foto-foto kegiatan tersebut tersebar luas di media.
Komitmen Tegakkan Hukum dan Evaluasi Diri
Raja Juli, yang juga menjabat sebagai Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi dirinya sebagai pejabat publik.
"Ini menjadi pelajaran bagi saya sebagai pejabat publik untuk lebih hati-hati, lebih aspiratif, lebih mampu membaca sensitivitas masyarakat. Saya kira demikian, terima kasih," ucapnya.
Ia menegaskan kembali komitmennya untuk bersikap tegas terhadap pelanggaran hukum di sektor kehutanan.
"Bagi saya tidak ada sedikitpun ruang bagi siapapun yang melakukan pelanggaran hukum di kawasan hutan. Saya akan tegakkan hukum setegas-tegasnya kepada pembalak liar tanpa pandang bulu," tegasnya.
Respons Politik dan Persepsi Publik
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media