Nasional . 15/09/2025, 15:11 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Kekosongan jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) lebih dari sepekan terakhir memunculkan kekhawatiran di kalangan legislatif.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera menetapkan pengganti, demi menjaga kesinambungan program strategis di bidang kepemudaan dan olahraga.
"Sudah satu minggu posisi Menpora tidak diisi. Ini tentu bukan situasi yang ideal. Presiden perlu segera menunjuk sosok yang tepat agar roda organisasi di Kemenpora tetap berjalan maksimal," ujarnya saat dihubungi, Senin, 15 September 2025.
Menurut Lalu Hadrian, figur yang akan dipilih bukan sekadar populer, tetapi harus memiliki kapasitas, komitmen, dan pemahaman mendalam untuk membangun sektor pemuda dan olahraga.
"Bukan hanya orang yang punya nama, tetapi orang yang betul-betul memahami kebutuhan pemuda dan olahraga kita. Harus ada komitmen tinggi untuk membangun sistem pembinaan yang lebih baik, meningkatkan prestasi atlet, dan memastikan para pemuda mendapat ruang aktualisasi yang positif," jelasnya.
Ia menambahkan, masyarakat menaruh harapan besar kepada Presiden Prabowo untuk memilih tokoh yang kompeten, visioner, serta berorientasi pada hasil.
"Publik menaruh harapan besar pada Presiden Prabowo untuk memilih figur yang tidak hanya populer, tetapi juga kompeten dan memiliki visi yang jelas," tegasnya.
Lalu Hadrian berharap penunjukan Menpora baru dilakukan dalam waktu dekat agar program kementerian tidak terganggu dan tetap bisa menjawab kebutuhan generasi muda.
Seperti diketahui, kursi Menpora kosong sejak Presiden Prabowo memberhentikan Dito Ariotedjo. Hingga kini belum ada pejabat resmi yang ditunjuk sebagai pengganti.
Sejumlah nama mulai mencuat ke publik, di antaranya anggota DPR Fraksi Golkar, Puteri Anetta Komarudin. Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji, menyatakan kesiapan partainya jika diminta Presiden.
"Kalau diminta kami berikan yang terbaik," kata Sarmuji, Jumat (12/9/2025). Namun ia menegaskan, kewenangan penuh tetap berada di tangan Presiden. "Sepenuhnya ke Presiden siapa yang akan mengisi posisi kementerian," katanya.
Dari internal Partai Gerindra, sempat muncul spekulasi soal kemungkinan ditunjuknya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai Menpora usai mengundurkan diri dari DPR. Namun isu itu langsung dibantah Fraksi Gerindra.
"Isu kalau tidak tahu narasumbernya itu namanya gosip, kan. Jadi tidak perlu kita bahas," ujar Sekretaris Fraksi Gerindra DPR, Bambang Haryadi.
Bambang menegaskan tidak ada pembahasan internal terkait penunjukan Saraswati, sebab hal itu sepenuhnya menjadi hak Presiden. "Itu haknya presiden. Masa kami campurin," tegasnya.
Ia juga mengaku kaget dengan keputusan Saraswati yang tiba-tiba mundur dari kursi legislatif. "Kami sendiri saja bingung, kaget juga dengan pernyataan beliau semalam," tandasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media