Megapolitan . 17/09/2025, 17:18 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang menemukan 35 kasus campak sejak Januari hingga Agustus 2025. Lonjakan kasus tertinggi terjadi pada bulan Mei dan Juni, terutama pada anak-anak usia 3-5 tahun.
"Kami mencatat 35 kasus di seluruh Kabupaten Tangerang, dengan Kecamatan Kosambi dan Teluknaga sebagai wilayah dengan kasus tertinggi," ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, pada Rabu (17/09/2025).
Hendra menjelaskan, salah satu penyebab utama peningkatan kasus campak adalah rendahnya cakupan imunisasi pada anak-anak. Padahal, imunisasi sangat krusial untuk mencegah penularan dan komplikasi serius seperti radang paru, infeksi telinga, hingga gangguan otak.
"Anak-anak yang tidak diimunisasi lebih rentan terpapar bakteri dari luar. Imunisasi adalah benteng pertahanan terbaik untuk mencegah penularan," tegasnya.
Menyikapi situasi ini, Dinkes Kabupaten Tangerang tengah menggencarkan program imunisasi bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin. Program ini akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan, dengan pemberian vaksin sebanyak tiga kali.
"Kami telah menginstruksikan 44 puskesmas di seluruh Kabupaten Tangerang untuk aktif mencari dan memberikan imunisasi kepada anak-anak yang belum terjangkau," pungkas Hendra.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media