Ekonomi . 18/09/2025, 21:41 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Intinya:
fin.co.id — Saham PT DADA Tbk menjadi sorotan tajam pelaku pasar modal dalam beberapa pekan terakhir. Rumor yang beredar menyebut dua korporasi besar asal Jepang, Mitsubishi Estate dan Kajima Corporation, tengah menyiapkan aksi backdoor listing melalui emiten ini. Berbeda dengan kasus PANI yang melibatkan investor lokal, skenario DADA diyakini memiliki skala lebih besar karena melibatkan perusahaan terbuka dengan kapitalisasi ratusan triliun rupiah.
Yang membuat isu ini semakin menarik adalah jejak The Vanguard Group di belakang Mitsubishi dan Kajima. Penelusuran publik menunjukkan Vanguard konsisten menjadi pemegang saham di kedua perusahaan tersebut. Dengan dana kelolaan mencapai USD 10,2 triliun—setara 50 kali APBN Indonesia 2025—Vanguard dikenal sebagai manajer aset terbesar kedua di dunia dan salah satu penggerak pasar global.
Vanguard memiliki profil unik: perusahaan ini bukan entitas publik, melainkan dimiliki oleh dana kelolaannya sendiri sehingga fokus utamanya selalu pada kepentingan investor. Selama lima tahun terakhir, Vanguard mencatat imbal hasil stabil di kisaran 12–18 persen per tahun. Mereka juga konsisten memilih emiten dengan free float minimal 50 persen, kapitalisasi pasar di atas USD 100 miliar, serta likuiditas tinggi.
Jika Vanguard benar-benar masuk melalui proxy Asia-nya, pasar modal Indonesia akan menyaksikan skenario mega akuisisi yang jauh lebih besar daripada sekadar backdoor listing.
Beberapa langkah strategis DADA memperkuat dugaan adanya manuver besar. Emiten ini membagikan dividen perdana sejak IPO, menandakan disiplin finansial yang lebih ketat. Selain itu, perusahaan juga berupaya keluar dari papan pemantauan khusus dan meningkatkan free float melalui kewajiban pengendali melepas saham ke publik.
Biasanya, aksi pelepasan saham oleh pengendali dianggap negatif oleh investor ritel. Namun, dalam kasus DADA, strategi ini justru memperkuat likuiditas saham. Ketika saham dilepas di harga Rp11, alih-alih tertekan, nilainya justru melonjak lebih dari 700 persen. Kondisi ini mengindikasikan adanya skenario yang dirancang untuk memenuhi standar investasi global.
Sebagai gambaran, harga saham Mitsubishi Estate Co., Ltd. (8802.T) di Bursa Tokyo berada di kisaran ¥3.160–¥3.170 per lembar, atau setara Rp348.000–Rp352.000 per lembar dengan kurs JPY/IDR Rp110–Rp111. Sementara itu, saham Kajima Corporation (1812.T) diperdagangkan di kisaran ¥4.290–¥4.332, atau setara Rp472.000–Rp481.000 per lembar.
Bandingkan dengan DADA yang masih berada di kisaran Rp25–Rp11.000 per saham. Potensi kenaikan valuasi jelas terlihat jika perusahaan ini benar-benar terkoneksi dengan jaringan global Mitsubishi, Kajima, dan Vanguard.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media