Nasional . 09/10/2025, 07:10 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id – Sebanyak 13 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan pada hari Rabu, 8 Oktober 2025.
Gejala tersebut muncul tak lama setelah mereka mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di sekolah.
Para siswa yang menerima manfaat MBG ini mulai merasakan gejala sekitar pukul 10.00 WIB, atau satu jam setelah mereka menyantap makanan yang dibagikan sekitar pukul 09.00 WIB.
Keluhan utama yang dialami meliputi mual, muntah, pusing, dan lemas, yang mengarah pada dugaan awal keracunan makanan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Anggit Budiarto, membenarkan adanya insiden ini. Menurut data terakhir, dari total 13 siswa yang menunjukkan gejala, beberapa di antaranya langsung mendapat penanganan intensif.
"Dua siswa sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, tiga siswa masih dalam observasi, dan delapan siswa dirujuk ke RSUD Bagas Waras," jelas Anggit dalam keterangan diterima Disway.id, Rabu 8 Oktober 2025.
Perujukan ke RSUD dilakukan karena Puskesmas Wedi merupakan puskesmas rawat jalan, sehingga penanganan dan observasi lebih lanjut bagi siswa yang gejalanya lebih signifikan dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Total siswa yang menerima menu MBG pada sif pagi hari itu adalah sekitar 384 orang. Sebagai langkah antisipasi, pembagian menu MBG untuk sif kedua (siang) yang seharusnya dibagikan kepada sekitar 382 siswa, ditunda atau dibatalkan.
Pihak Dinkes juga telah membuka Posko pengaduan di Puskesmas Wedi untuk memantau kemungkinan munculnya gejala susulan.
Dugaan kuat mengarah pada menu MBG yang disantap para siswa. Menu yang disajikan hari itu dilaporkan terdiri dari nasi, lauk (seperti daging ayam), sayur, buah (seperti pisang), dan susu.
Untuk memastikan penyebab pasti keracunan, Dinkes Klaten bersama pihak kepolisian, dengan gerak cepat (gercep), telah mengambil sampel dari seluruh komponen makanan yang disajikan, yaitu nasi, lauk, sayur, buah, dan susu. Sampel-sampel ini kemudian akan dibawa ke laboratorium untuk diuji.
"Kita masih harus melakukan pemeriksaan. Kita ambil sampel dari makanan yang disajikan. Kami tetap harus menunggu dari hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan sumber keracunan," tegas Anggit.
Pihak berwenang juga telah mendatangi lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan menu tersebut, yang diketahui berada di Desa Sembung, untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kasus ini menambah daftar insiden dugaan keracunan massal yang terkait dengan program makanan gratis di beberapa wilayah.
Pihak sekolah dan penyelenggara MBG diharapkan untuk terus berkoordinasi dengan Dinkes Klaten guna memastikan keamanan pangan dan higienitas dapur penyedia ke depannya. (dsw)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media