Nasional . 11/10/2025, 10:00 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 skala Richter yang mengguncang kawasan selatan Filipina pada Jumat 10 Oktober 2025. Getaran kuat tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan pemadaman listrik dan evakuasi besar-besaran di sejumlah wilayah terdampak.
Gubernur Davao Oriental, Nelson Dayanghirang, mengonfirmasi adanya dua korban jiwa dalam bencana tersebut. “Dua orang tewas di Davao Oriental akibat gempa bumi bermagnitudo 7,4 pada Jumat,” kata Dayanghirang seperti dikutip oleh penyiar ABS-CBN. Sebelumnya, laporan awal menyebutkan hanya satu korban meninggal.
Dampak gempa terasa cukup parah di Davao Oriental. Pemadaman listrik meluas di berbagai area, dan pasien di tujuh rumah sakit harus dievakuasi ke tempat aman sementara otoritas memeriksa kekokohan bangunan. Pemerintah daerah juga terus melakukan penilaian terhadap infrastruktur publik yang berpotensi terdampak.
Menurut keterangan Angelito Lanuza, spesialis riset sains di Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (PHIVOLCS), aktivitas seismik masih terus terjadi setelah guncangan utama. “Sejauh ini, kemungkinan besar ratusan gempa susulan telah terekam dalam satu jam. Kami masih menghitung,” ujarnya seperti dikutip oleh GMA News.
PHIVOLCS melaporkan pusat gempa berada di laut pada kedalaman sekitar 10 kilometer. Guncangan hebat tersebut memicu kekhawatiran akan potensi tsunami dan memaksa ribuan warga di wilayah pesisir untuk segera mencari tempat yang lebih tinggi.
Menanggapi situasi ini, Presiden Ferdinand Marcos Jr. menginstruksikan seluruh instansi terkait agar segera melakukan langkah evakuasi di wilayah pesisir dan memberikan bantuan darurat bagi warga terdampak. Upaya penanganan pascagempa terus dilakukan, sementara otoritas setempat masih memantau kemungkinan adanya gempa susulan dengan kekuatan signifikan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media