Nasional . 15/10/2025, 18:32 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca panas dengan suhu tinggi yang tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta, akan berlangsung hingga awal November 2025.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan, gelombang panas dengan suhu maksimum mencapai 37,6 derajat Celsius yang dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir merupakan akibat dari kombinasi antara gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia.
"Kondisi ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025," kata Guswanto dalam keterangannya, Rabu, 15 Oktober 2025.
Menurutnya, posisi gerak semu matahari pada bulan Oktober yang berada di selatan garis khatulistiwa menjadi penyebab utama meningkatnya suhu udara di berbagai wilayah.
Selain itu, penguatan angin timuran atau Monsun Australia juga berperan penting, karena angin tersebut membawa massa udara kering dan hangat, menyebabkan minimnya pembentukan awan dan radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi.
“Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia,” ujar Guswanto.
Suhu di Atas 35 Derajat Celsius Meluas ke Banyak Wilayah
Sementara itu, Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan bahwa hasil pengamatan menunjukkan suhu maksimum di atas 35 derajat Celsius kini tersebar luas di berbagai daerah Indonesia.
Wilayah yang paling terdampak suhu panas ekstrem meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Pulau Jawa dari barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan serta tenggara, hingga beberapa wilayah Papua.
Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat 36,8 derajat Celsius di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat).
Sehari kemudian, 13 Oktober, suhu sempat menurun sedikit menjadi 36,6 derajat Celsius di Sabu Barat (NTT). Namun, pada 14 Oktober 2025, suhu kembali meningkat dan berada pada kisaran 34–37 derajat Celsius di sejumlah wilayah.
Beberapa daerah seperti Kalimantan, Papua, Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat mengalami suhu maksimum antara 35 hingga 37 derajat Celsius, bahkan di Majalengka (Jawa Barat) dan Boven Digoel (Papua) suhu mencapai 37,6 derajat Celsius.
"Konsistensi tingginya suhu maksimum di banyak wilayah menunjukkan kondisi cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan,” pungkas Andri.
(Cahyono)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media