Megapolitan . 22/10/2025, 11:01 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
fin.co.id - Seorang pria bernama Bantet (28), yang sehari-hari bekerja mencari damar, harus berjuang keras demi nyawanya setelah diserang tiga ekor harimau sumatera secara mendadak di kawasan Sungai Balam, Dusun Nunusan, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.
Kawasan itu adalah bagian dari Taman Nasional Bukit Tigapuluh dan merupakan habitat harimau sumatera. Namun, manusia setempat hidup berdampingan dengan satwa liar.
"Awalnya korban berangkat ke hutan pada Senin kemarin, sekitar pukul 07.30 WIB. Sesampainya di Sungai Balam, ia sempat mendengar auman harimau, namun ia memutuskan untuk tetap melanjutkan pekerjaannya," ujar Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Fahrian Saleh Siregar kepada Disway.id Rabu 22 Oktober 2025.
Keputusan itu berujung pada petaka. Saat sedang bekerja, ia terkejut melihat tiga ekor harimau sudah berada di dekatnya. Tanpa sempat menghindar, tiga satwa buas tersebut langsung menyerang.
Dalam kondisi terdesak, Buntet langsung menendang dengan keras menggunakan kaki kanannya.
"Di saat bersamaan, harimau lain menggigit lutut kanannya. Tak kehabisan akal, Butet memukul harimau itu sekuat tenaga dengan tangan kanannya," kata Fahrian.
Pukulan keras tersebut rupanya membuat harimau-harimau itu gentar dan segera meninggalkan lokasi.
Meski terluka parah, semangat Butet untuk hidup tak padam. Ia segera berlari menuju pondok terdekat, menempuh perjalanan selama kurang lebih 45 menit.
Orang-orang di pondok kemudian bergegas mencari bantuan ke permukiman di Dusun Nunusan yang memakan waktu jalan kaki sekitar 1,5 jam.
Perjalanan evakuasi dilanjutkan menggunakan transportasi air menuju Dusun Lemang, lalu ambulans desa membawa korban ke Puskesmas Batang Gansal untuk penanganan awal.
Identitas korban diketahui bernama Buntet alias Bantet, lahir di Rantau Langsat pada 9 Desember 1997. Menurut keterangan Dr. Hary yang menangani di Puskesmas Batang Gansal, korban mengalami luka yang cukup serius dan harus segera dirujuk ke RSUD Indrasari Rengat guna mendapatkan perawatan lebih lanjut dan intensif.
Menanggapi laporan ini, pihak kepolisian melalui Kapolres Inhu telah melakukan upaya cepat. Langkah awal yang dilakukan adalah mencari informasi dan kronologi lengkap dari korban serta keluarganya.
Selain itu, polisi juga melakukan koordinasi erat juga dilakukan dengan Polisi Kehutanan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), khususnya Kepala Resort Siambul, Roni Gultom, serta dengan pihak medis di Puskesmas.
"Peristiwa ini kembali mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan, mengingat kawasan hutan Batang Gansal merupakan habitat alami bagi harimau sumatera," jelas Fahrian. (Disway Riau)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media