Viral . 23/10/2025, 09:14 WIB

Ternyata Aqua dari Sumur Bor Bukan Mata Air Pegunungan Seperti di Iklan, Dedi Mulyadi Kaget!

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id -  Pabrik air minum merek Aqua di Kabupaten Subang, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan publik setelah muncul temuan bahwa air yang diproduksi ternyata bukan berasal dari mata air pegunungan seperti iklannya yang selama ini disebar di tengah masyarakat.

Temuan tersebut diketahui usai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak ke PT Tirta Investama Subang pada Senin, 20 Oktober 2025.

Dalam kunjungan itu, ia menemukan bahwa sumber air perusahaan tersebut berasal dari pipa bertekanan tinggi atau sumur bor dengan kedalaman sekitar 100 hingga 130 meter.

Di akun Youtube @KANGDEDIMULYADICHANNEL mulanya, Dedi Mulyadi tiba di lokasi pabrik sempat meminta untuk bertemu dengan pimpinan perusahaan.

Namun, pihak pabrik menyatakan bahwa para manajer sedang berada di luar untuk mengikuti sebuah acara.

"Kebetulan kepala pabrik yang paling tinggi di sini sama manajernya sedang meeting di luar," ujar seorang staf perempuan perwakilan perusahaan dalam unggahan konten Youtube Kang Dedi Mulyadi pada Selasa 21 Oktober 2025.

Dedi bertanya kepada staf perusahaan tersebut dari mana sumber air yang dipakai sebagai bahan baku air mineral dalam kemasan itu.

"Ngambil airnya dari sungai?"tanya Dedi ke staf perempuan.

"Airnya dari bawah tanah pak," kata Staff tersebut.

Jawab itu membuat Dedi Mulyadi kaget. Sebeb selama ini dia meyakini bahwa Aquan mengambil air dari pegunungan bukan dari sumur bor.

"Dikira oleh saya dari air permukaan. Dari air sungai atau mata air. Berarti kategorinya sumur pompa dalam?" kata Dedi lagi.

Ia juga bertanya apakah pengambilan air tanah itu tidak akan berefek pada pergeseran tanah.

Sebab muncul kekhawatiran potensi dampak lingkungan dari pengambilan air tanah secara besar-besaran. Apalagi air yang diambil secara gratis itu habiskan 2,8 juta liter air per hari.

"Itu diperoleh secara gratis. Kalau pabrik semen, kain, otomotif, mereka harus beli bahan baku. Kalau perusahaan ini, bahan bakunya enggak beli," ucap Dedi.

Mantan Bupati Purwakarta itu menyayangkan apa yang telah dilakukan pabrik air mineral tersebut karena efeknya sangat mengkhawatirkan masyarakat.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com