Megapolitan . 24/10/2025, 19:21 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap temuan mengejutkan: air hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik. Kandungan ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius jika masuk ke tubuh manusia dalam jangka panjang.
Menanggapi temuan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan bahwa paparan mikroplastik dapat memicu peradangan pada saluran pernapasan dan sistem pencernaan.
Hal ini disampaikan Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan P2P Dinkes DKI, Rahmat Aji Pramono, dalam Media Briefing bertajuk “Isu Mikroplastik dalam Air Hujan dan Fenomena Cuaca Panas Ekstrem” di Balai Kota Jakarta, Jumat, 24 Oktober 2025.
“Mikroplastik adalah benda asing bagi tubuh. Ketika terhirup atau tertelan, partikel ini dapat menimbulkan peradangan di saluran pernapasan maupun pencernaan. Karena ukurannya sangat kecil, sebagian bahkan bisa masuk ke pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke,” jelas Rahmat.
Ia menambahkan, mikroplastik bukan penyebab tunggal penyakit, tetapi dapat memperparah kondisi kesehatan, terutama bagi individu dengan penyakit bawaan atau gaya hidup yang tidak sehat.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes DKI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, terutama di dalam rumah.
“Selain dari air hujan, mikroplastik juga banyak terdapat dalam debu rumah tangga. Karena itu, masyarakat perlu rutin membersihkan ruangan agar tidak terpapar partikel berbahaya ini,” ujar Rahmat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memperkuat kolaborasi dengan BRIN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta berbagai perguruan tinggi guna memperdalam penelitian mengenai kualitas air hujan dan sumber pencemar mikroplastik di wilayah ibu kota.
Selain itu, Pemprov DKI turut memperluas kampanye pengurangan plastik sekali pakai di tingkat rumah tangga dan komunitas, serta meningkatkan pengawasan terhadap sumber pencemar dari sungai dan sistem drainase perkotaan.
Sementara itu, Profesor Riset BRIN, Muhammad Reza Cordova, menjelaskan bahwa mikroplastik dapat berpindah melalui udara dan ikut turun bersama hujan, terutama di kawasan perkotaan padat.
“Partikel mikroplastik sangat ringan, sehingga mudah terbawa angin dan akhirnya turun bersama hujan. Fenomena ini bersifat lintas wilayah dan tidak hanya berasal dari sampah lokal. Karena itu, pengendaliannya harus dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir,” papar Reza.
Reza menekankan, temuan ini menjadi peringatan bahwa pencemaran plastik telah mencapai tingkat atmosfer, dan memerlukan sinergi nasional untuk mencegah dampak lebih luas terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
(Cahyono)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media