Megapolitan . 24/10/2025, 20:48 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Cegog di Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, tengah memasuki tahap akhir. Dengan progres saat ini mencapai 90%, Andra optimistis jembatan akan rampung pertengahan November 2025 dan bisa dimanfaatkan warga untuk aktivitas sehari-hari.
"Pembangunan saat ini sekitar 90% progresnya, tinggal 10% lagi. Mohon doanya, mohon dukungannya, dengan cuaca seperti ini," ujar Gubernur Andra Soni saat memberikan keterangan terkait pembangunan jembatan, dilansir dari akun IG abdi_banten1, Jumat, 24 Oktober 2025. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi untuk menghadirkan infrastruktur yang aman dan fungsional bagi masyarakat Pandeglang.
Kasus Jembatan Cegog menjadi sorotan publik setelah viralnya video berdurasi 37 detik yang memperlihatkan perjuangan siswa SD dan SMP menyeberangi sungai di Kampung Cegog. Jembatan lama ambruk pada Oktober 2024 lalu, memaksa warga membangun jembatan darurat secara gotong royong agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan.
Kepala Desa Rancapinang, M. Epan Sukma, menegaskan, "Jembatan darurat dibangun oleh warga karena jembatan lama ambruk pada Oktober 2024 lalu dan saat ini tengah dalam proses pembangunan jembatan permanen oleh DPUPR Provinsi Banten." Langkah ini dilakukan agar akses warga tidak terputus meski kondisi force major terjadi.
Kepala DPUPR Banten, Arlan Marzan, menjelaskan pembangunan jembatan Surian Cegog menggunakan beton bertulang balok T dengan lebar 4 meter. Total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 3,4 miliar bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025. Struktur jembatan terdiri dari empat abutmen dan tiga bentang: bentang 1 dan 3 sepanjang 6 meter, serta bentang 2 sepanjang 12 meter.
Arlan menambahkan, "Pembangunan jembatan Surian Cegog ini hasil dari efisiensi anggaran yang dialihkan untuk program-program pembangunan infrastruktur desa, salah satunya jembatan ini." Jembatan baru ini diharapkan menjadi solusi permanen, menggantikan jembatan lama yang roboh dan mendukung mobilitas warga dengan aman.
Saat pembangunan berlangsung, warga secara aktif bergotong royong membangun jembatan darurat sementara. Kadus 1 Desa Rancapinang, Bapak Wawan, bersama warga dan pihak pelaksana proyek memastikan jalur transportasi tetap terbuka, sehingga kegiatan warga dan anak sekolah tidak terganggu.
Gubernur Andra Soni menekankan pentingnya dukungan masyarakat dan doa agar proses pembangunan lancar. Dengan rampungnya jembatan ini, diharapkan tidak hanya menjadi akses fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan keamanan warga, sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan akibat menyeberangi sungai.
Proyek Jembatan Cegog ditargetkan selesai pertengahan November 2025. Setelah rampung, jembatan diharapkan menjadi penghubung vital yang memudahkan transportasi antar desa, mendukung aktivitas ekonomi lokal, dan meningkatkan mobilitas warga. Pemerintah Provinsi Banten juga menekankan pentingnya keberlanjutan dan pemeliharaan jembatan agar bisa dimanfaatkan jangka panjang.
Dengan progres pembangunan yang mencapai 90%, Jembatan Cegog menjadi bukti nyata komitmen Gubernur Andra Soni dan DPUPR Banten dalam menghadirkan infrastruktur strategis untuk masyarakat. Jembatan ini tidak sekadar menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga menjadi simbol kerja sama antara pemerintah dan warga demi kemajuan Pandeglang. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media