“Kalau kita ikuti, kan, kelas 1 sampai kelas 3 itu penekanan pada calistung. Nah, Bahasa Inggrisnya juga akan kita ajarkan seperti itu,” jelas Mendikdasmen.
Guru Akan Dapat Pelatihan Khusus Bahasa Inggris
Untuk mendukung kebijakan ini, Kemendikdasmen juga akan menyelenggarakan pelatihan pengajaran Bahasa Inggris bagi guru SD di seluruh Indonesia.
Pelatihan ini akan difokuskan bagi guru yang belum memiliki kecakapan berbahasa Inggris maupun keterampilan pedagogis untuk mengajarkannya.
Tujuannya jelas: agar para guru siap mengimplementasikan kurikulum baru dengan pendekatan komunikatif dan tidak membuat murid stres menghadapi pelajaran baru.
“Kami akan memberikan pelatihan pengajaran Bahasa Inggris kepada para guru agar mereka memenuhi standar minimum kecakapan berbahasa maupun kemampuan mengajarkan Bahasa Inggris kepada murid SD,” kata Mu’ti.
Momentum Penting untuk Peningkatan Mutu Pendidikan
Mendikdasmen berharap, penerapan Bahasa Inggris sebagai mapel wajib di SD dapat menjadi momentum penting bagi peningkatan mutu pendidikan dasar di Indonesia.
Dengan kebijakan ini, anak-anak Indonesia diharapkan lebih siap menghadapi tantangan global, terutama dalam komunikasi lintas negara yang kini menjadi kebutuhan utama di era digital dan kerja internasional.
Kebijakan ini juga sejalan dengan arah transformasi pendidikan nasional menuju “Pendidikan Berkualitas untuk Semua”, di mana kompetensi global dan karakter lokal dikembangkan sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak Indonesia tumbuh dengan kepercayaan diri untuk berkomunikasi dengan dunia luar, tapi tetap berakar pada budaya dan nilai-nilai bangsa,” pungkas Mu’ti.