Nasional . 25/10/2025, 22:00 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya menyebut bahwa fasilitas pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) pada September 2025 masih sangat besar, mencapai Rp2.374,8 triliun atau 22,54 persen dari plafon kredit yang tersedia.
Kondisi tersebut terutama disumbang oleh segmen korporasi, dengan kontribusi utama dari sektor perdagangan, industri, dan pertambangan.
Sebagian besar merupakan kredit modal kerja yang belum ditarik oleh debitur, menandakan masih lemahnya ekspansi bisnis di kuartal akhir 2025.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan kredit, BI kini fokus pada pemberian insentif likuiditas makroprudensial berbasis kinerja (KLMK).
Skema ini memberi ruang tambahan bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas dan berisiko rendah.
“Kalau sub-sektornya masih bagus, kita tetap beri ruang bagi bank menyalurkan kredit, tapi kita hindari sektor yang sudah tinggi NPL-nya,” tegas Irman.
Dengan skema insentif tersebut, bank bisa menyalurkan dana tambahan hingga Rp10 triliun untuk sektor-sektor yang dinilai masih memiliki risiko terkendali, termasuk ekonomi kreatif dan UMKM produktif.
Selain memperkuat penyaluran kredit pada debitur lama, BI juga mendorong perluasan basis debitur baru, terutama di sektor-sektor nontradisional yang masih punya potensi tumbuh tinggi.
Para analis menilai tantangan utama perbankan pada 2026 adalah menjaga kualitas kredit konsumsi, di tengah tekanan biaya hidup dan tingkat suku bunga tinggi.
Jika NPL terus meningkat, hal itu bisa menekan profitabilitas bank dan menimbulkan efek domino terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.
Namun, langkah cepat BI dalam memperkuat kebijakan makroprudensial dinilai menjadi tameng penting untuk mencegah lonjakan kredit bermasalah.
“Bank harus mulai fokus pada kualitas, bukan hanya kuantitas. Pertumbuhan kredit yang sehat lebih penting daripada ekspansi agresif tapi berisiko tinggi,” kata seorang analis ekonomi perbankan yang enggan disebut namanya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media