Ekonomi . 27/10/2025, 17:46 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Pemerintah Indonesia dalam Pernyataan Bersama Pemimpin Asia Zero Emission Community (AZEC) ke-3 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu, 27 Oktober 2025.
Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri para pemimpin dari Australia, Brunei, Kamboja, Indonesia, Jepang, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Dalam kesempatan tersebut, mereka mendeklarasikan lima komitmen bersama untuk mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon dan energi bersih di kawasan Asia.
Menurut Airlangga, Indonesia akan mendapatkan banyak keuntungan strategis dari deklarasi tersebut.
“Pemerintah Indonesia berpeluang besar memperkuat pembiayaan transisi energi dan mengembangkan pasar karbon yang potensinya sangat besar dari Indonesia,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring dari Kuala Lumpur, Senin, 27 Oktober 2025.
Airlangga menambahkan, melalui kerja sama AZEC, Indonesia juga akan memperoleh dukungan teknologi dekarbonisasi yang meliputi pengembangan hidrogen, energi terbarukan, serta efisiensi energi.
Ia menilai, keterlibatan aktif Indonesia dalam AZEC akan meningkatkan posisi negara ini dalam kemitraan strategis energi di kawasan Asia, terutama menuju target Net Zero Emissions (NZE) 2060.
“Ini meningkatkan posisi Indonesia dalam kemitraan strategis energi kawasan untuk mencapai Net Zero Emission 2060. Ini keuntungan bagi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” tegas Airlangga.
Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Jepang dan Perdana Menteri Malaysia itu, para pemimpin negara menyepakati lima komitmen utama:
1. Dukungan pada target iklim global, Negara anggota berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sejalan dengan batas pemanasan global 1,5°C dan target net zero emissions sesuai hasil Global Stocktake (GST) COP28.
2. Transisi energi yang adil, terjangkau, dan inklusif — Mendorong transisi yang tidak membebani negara berkembang, menjamin akses energi, dan memperkuat ketahanan energi kawasan, sejalan dengan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dan Free and Open Indo-Pacific (FOIP).
3. One Goal, Various Pathways, Semua negara anggota menargetkan net-zero dengan berbagai jalur dan solusi teknologi yang disesuaikan kondisi domestik masing-masing.
4. Triple Breakthrough, Komitmen untuk mengatasi perubahan iklim, menjaga pertumbuhan ekonomi inklusif, serta memastikan ketahanan energi jangka panjang.
5. Action Plan for the Next Decade, Mendorong percepatan implementasi dan pemantauan capaian selama satu dekade ke depan oleh para menteri terkait.
Indonesia Siap Wujudkan Implementasi Nyata
Airlangga menegaskan bahwa AZEC kini memasuki fase penting, yakni bergerak dari diskusi menuju implementasi konkret. Ia juga menekankan bahwa transisi energi harus dilaksanakan secara adil, tanpa menghambat pembangunan negara berkembang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media