Ekonomi . 27/10/2025, 17:05 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Siapa yang tidak kenal Bantar Gebang? Nama ini seringkali menjadi sinonim dari masalah sampah Jakarta dan sekitarnya. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, ini kini bukan lagi sekadar tempat pembuangan, melainkan sudah menjelma menjadi 'gunungan' yang tingginya seringkali mengundang keprihatinan.
Namun, kabar baik datang dari level tertinggi pemerintahan. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, baru-baru ini mengingatkan kembali pesan penting yang disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto mengenai situasi di Bantar Gebang.
“Pak Presiden sudah menginstruksikan kepada kita semua untuk segera menyelesaikan tumpukan atau gunungan sampah di Bantar Gebang itu, segera kita bereskan,” tegas Menteri Dody dalam acara puncak Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13, Kota Bekasi, pada Senin, 27 Oktober 2025.
Instruksi ini jelas: Pemerintah tidak akan membiarkan masalah sampah Bantar Gebang berlarut-larut. Mereka sedang bergerak cepat menyiapkan solusi radikal dan modern untuk mengubah citra Bantar Gebang, dari sekadar tempat penumpukan menjadi pabrik energi masa depan.
Langkah konkret yang sedang disiapkan pemerintah bukan lagi wacana lama, melainkan implementasi teknologi pengolahan sampah menjadi sumber energi baru terbarukan (EBT). Menteri Dody Hanggodo membeberkan jurus utama mereka: mengubah sampah yang sudah menggunung menjadi tenaga listrik.
“Ke depan, sampah-sampah yang sudah menggunung seperti itu akan kita bakar, kita konversi menjadi listrik. Sehingga insyaallah ke depan sudah tidak lagi gunungan-gunungan itu,” ujar Dody, memberikan gambaran optimis tentang masa depan TPST tersebut.
Konversi sampah menjadi listrik (Waste to Energy) ini diharapkan mampu mengatasi volume sampah yang masif sekaligus memberikan dampak positif ganda. Selain mengurangi tumpukan sampah secara signifikan, proses ini juga berkontribusi pada penyediaan energi bersih untuk penerangan kita semua.
Pemerintah juga menyadari bahwa pendekatan pengelolaan sampah tidak bisa disamaratakan. Setiap jenis sampah punya karakteristik dan 'nilai' ekonomis atau energi yang berbeda. Oleh karena itu, strategi pengolahan akan disesuaikan.
Menteri Dody menjelaskan, sampah organik yang mudah terurai akan diproses menjadi kompos yang bermanfaat bagi sektor pertanian. Sementara itu, sampah plastik dan jenis material lain yang sulit atau tidak ekonomis untuk didaur ulang secara konvensional justru akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau dikonversi langsung menjadi energi listrik.
"Yang tidak bisa dikonversi lagi dan sudah menjadi 'gunung', kita akan bakar, kita ubah menjadi listrik untuk penerangan kita semua,” jelas Dody, mempertegas bahwa teknologi ini akan menjadi solusi bagi sisa sampah yang selama ini menumpuk.
Langkah ini menunjukkan komitmen serius pemerintah untuk mengintegrasikan masalah lingkungan dengan solusi energi, menciptakan siklus yang lebih berkelanjutan.
Meskipun pemerintah sedang menyiapkan teknologi canggih seperti konversi Waste to Energy, Menteri Dody Hanggodo mengingatkan bahwa solusi dari hulu (sumber) tetap yang paling krusial. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sampah sejak dari rumah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media