Hukum dan Kriminal . 27/10/2025, 20:37 WIB

KPK Selidiki Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung Whoosh

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan mark up anggaran proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh.

Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, perkara tersebut saat ini telah naik ke tahap penyelidikan.

“Saat ini sudah pada tahap penyelidikan,” ujar Asep kepada wartawan, Senin, 27 Oktober 2025.

Meski demikian, Asep belum membeberkan sejak kapan penyelidikan dilakukan maupun siapa pihak-pihak yang telah dimintai keterangan. Ia menegaskan, KPK masih menempuh langkah-langkah awal dan sifatnya masih tertutup.

Sebelumnya, mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyoroti dugaan adanya pembengkakan besar-besaran pada proyek strategis nasional tersebut.

Dalam tayangan di kanal YouTube Mahfud MD Official, ia menilai keputusan pemerintah beralih dari Jepang ke China menjadi salah satu faktor munculnya beban keuangan yang tinggi.

“Awalnya Jepang menawarkan bunga pinjaman hanya 0,1 persen. Tapi kemudian proyeknya diambil alih oleh China dengan bunga 2 persen, dan sekarang membengkak jadi 3,4 persen,” ujar Mahfud.

Mahfud juga mengungkapkan, Menteri Perhubungan saat itu Ignasius Jonan sempat menolak proyek tersebut karena dianggap tidak layak secara ekonomi (tidak visibel).

“Pak Jonan bilang tidak visibel, akhirnya malah dipecat,” tambahnya.

Beban Utang Kian Menggunung

Menurut Mahfud, beban utang proyek kereta cepat kini semakin berat. Setiap tahun, bunga pinjaman proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp2 triliun, sementara pendapatan dari penjualan tiket hanya sekitar Rp1,5 triliun.

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan publik mengenai kelayakan ekonomi proyek kereta cepat pertama di Indonesia tersebut, yang sebelumnya diklaim akan menjadi simbol kemajuan transportasi nasional.

Whoosh di Bawah Sorotan

Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh, yang diresmikan pada 2023, dikelola oleh PT KCIC—konsorsium BUMN Indonesia dan China Railway Group Limited.

Nilai investasi proyek sempat dilaporkan melonjak dari US$6,07 miliar menjadi US$7,2 miliar atau sekitar Rp115 triliun.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com