Hukum dan Kriminal . 28/10/2025, 18:19 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Kejaksaan Agung (Kejagung) makin serius mengusut kasus dugaan korupsi ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME) dengan menggeledah lebih dari lima titik lokasi, termasuk Kantor Bea Cukai dan rumah seorang pejabat di Jakarta, serta memeriksa lebih dari 10 saksi untuk menghitung total kerugian negara.
fin.co.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) menunjukkan keseriusan penuh dalam mengusut kasus dugaan korupsi dalam kegiatan ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME). Penyidikan ini semakin melebar, bahkan melampaui penggeledahan awal di kantor pusat Bea Cukai. Kejagung mengonfirmasi, tim telah menggeledah lebih dari lima titik lokasi terkait perkara rasuah tersebut.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, mengungkapkan perkembangan signifikan ini pada Selasa, 28 Oktober 2025. Anang menegaskan bahwa Kejagung telah mengambil langkah-langkah hukum yang tegas dalam upaya menemukan alat bukti.
"Terkait dengan perkara di Bea Cukai ada penggeledahan lebih dari lima titik dan barang-barang yang sudah diambil ada dokumentasi-dokumentasi yang diperlukan dalam penyidikan," ujar Anang, Selasa, 28 Oktober 2025.
Lima titik penggeledahan yang dilakukan oleh tim penyidik Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) ini tidak hanya terpusat pada satu institusi. Anang menerangkan bahwa lokasi penggeledahan tersebut cukup beragam, melibatkan institusi vital negara hingga aset pribadi pejabat.
"Yang lima titik itu diantaranya kantor Dirjen Bea Cukai, juga ada rumah, tapi saya tidak hafal detailnya," terangnya, meskipun ia belum mau membeberkan identitas pejabat yang rumahnya menjadi sasaran penggeledahan.
Anang memberikan sedikit petunjuk terkait lokasi penggeledahan tersebut. Ia mengatakan, sebagian besar titik penggeledahan berada di wilayah sekitar Jakarta, namun ada juga lokasi di luar ibu kota.
"Tapi (lokasi penggeledahan) yang jelas ada di sekitar Jakarta dan ada di luar juga ada," ucapnya singkat, mengisyaratkan bahwa dugaan korupsi ekspor POME ini memiliki jaringan yang cukup luas.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media