Hukum dan Kriminal . 28/10/2025, 17:13 WIB

Najelaa Shihab Aktif Beri Masukan Pendidikan di Grup WA Bersama Nadiem Makarim

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Pendiri Sekolah Cikal sekaligus penggagas model blended learning di Sekolah Murid Merdeka (SMM), Najelaa Shihab, tergabung dalam satu grup WhatsApp (WA) bernama ‘Mas Menteri Core Team’ bersama mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.

Pengacara Nadiem, Tabrani Abby menjelaskan, anggota grup ini terdiri dari sejumlah pakar dan ahli yang fokus di bidang terkait, termasuk mantan Staf Khusus Nadiem, Fiona Handayani dan Jurist Tan, serta Najelaa Shihab sebagai pakar pendidikan.

"Di situ ada Jurist Tan, ada Fiona, ada Najeela, dan lain-lain ya yang sebenarnya membahas hal yang sama," kata Abby.

Menurut Abby, grup tersebut dibentuk sebagai forum diskusi dan tempat brainstorming untuk menyiapkan strategi kebijakan pendidikan.

Najelaa Shihab juga mengakui bahwa dirinya pernah bergabung dalam beberapa grup WA bersama Nadiem dan puluhan anggota lainnya, termasuk mitra pendidikan independen serta pejabat Kemendikbudristek.

"Saya bersama total puluhan orang lainnya, ada di beberapa WA grup bersama Nadiem Makarim maupun mitra-mitra pendidikan independen dan eksternal, serta pejabat-pejabat kementerian selain Nadiem Makarim," ujarnya kepada awak media, Selasa, 28 Oktober 2025.

Najelaa menegaskan, dalam grup tersebut ia memberikan masukan dan saran terkait kebijakan pendidikan sesuai peran Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) dalam mendukung kementerian. Diskusi mencakup pengembangan kurikulum hingga penerimaan peserta didik baru.

Namun, Najelaa menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membahas persiapan pengadaan Chromebook atau perangkat TIK lainnya, karena hal itu berada di luar lingkup tugas PSPK.

"Saya tidak pernah ikut membahas baik secara langsung maupun dalam WA group khusus tentang persiapan atau perencanaan pengadaan Chromebook dan peralatan Teknologi Informasi," tegasnya.

"Karena program ini bukan lah merupakan bagian dari lingkup pekerjaan PSPK yaitu substansi kebijakan pendidikan, bukan sarana dan prasarana," sambung Najelaa.

Sebelumnya, Tabrani Abby mengungkapkan bahwa percakapan di grup tersebut berisi ide terkait visi kebijakan pendidikan apabila Nadiem ditunjuk resmi sebagai menteri. Diskusi mencakup paradigma baru dalam asesmen pendidikan, penyederhanaan beban administrasi guru, serta rencana pemanfaatan teknologi digital.

"Konteksnya itu sebenarnya soal bagaimana menciptakan sesuatu sistem pendidikan yang didukung dengan teknologi awalnya seperti itu. Jadi tidak ada juga soal harus menggunakan Chrome atau juga untuk mengadakan Chromebook seperti itu," jelas Abby.

Semua anggota grup, termasuk Najelaa, aktif menyampaikan gagasan dan masukan terkait pendidikan kepada Nadiem. Namun, Abby tidak merinci secara spesifik gagasan yang diberikan Najelaa.

"Tapi yang saya tahu Najeela itu kan memang beliau memberikan gagasan atau masukkan kepada kementerian ya. Jadi beliau tuh sudah banyak juga membantu kementerian pendidikan untuk memberikan gagasan terkait dengan pendidikan di Indonesia seperti itu," urainya.

Abby menambahkan, dokumen percakapan di grup berjumlah cukup banyak dan akan disesuaikan dengan momen yang tepat untuk disampaikan ke publik.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com