Nasional . 31/10/2025, 19:33 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Khusus wilayah Aceh, BMKG memperingatkan potensi angin kencang pada 1 November 2025.
Bali, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.
Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
BMKG menempatkan wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dalam kategori Siaga selama dua hari berturut-turut. Artinya, peluang terjadinya hujan lebat disertai kilat dan angin kencang cukup tinggi, terutama pada sore hingga malam hari.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) serta konvergensi lokal yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah barat Indonesia.
“Wilayah Jabodetabek harus lebih waspada terhadap potensi genangan, terutama di daerah rendah seperti Jakarta Utara, sebagian Tangerang, dan Depok,” kata Andri dalam keterangan pers.
BMKG mengingatkan, curah hujan tinggi berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, terutama di daerah dengan kontur tanah curam dan sistem drainase buruk.
Beberapa wilayah rawan yang perlu diwaspadai antara lain:
Banten bagian selatan (Lebak dan Pandeglang),
Bogor dan Sukabumi (Jawa Barat),
Kota Semarang dan sekitarnya,
Kalimantan Selatan bagian pesisir,
serta beberapa kabupaten di Sulawesi Tengah dan Papua Pegunungan.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG dan tidak beraktivitas di luar ruangan saat hujan deras disertai petir.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media