Nasional . 01/11/2025, 14:21 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Bareskrim Polri kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan penjualan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) digelar di Aula Bareskrim Polri lantai 9, Jumat, 31 Oktober 2025.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, yang juga menjabat sebagai Kasatgas Pangan Polri. Dalam waktu singkat, hanya dua jam, panitia berhasil menjual 2.000 paket beras SPHP dengan total 10 ton beras kepada masyarakat.
“Melalui GPM ini, kami menjual beras SPHP seharga Rp11.000 per kilogram, di bawah harga eceran tertinggi (HET) beras medium yang sebesar Rp12.500,” ujar Ade kepada Disway Group, Sabtu, 1 November 2025.
Selain beras, masyarakat juga dapat membeli gula pasir 1 kilogram dengan harga Rp17.500 dan minyak goreng 1 liter seharga Rp15.700.
Brigjen Ade menjelaskan, pelaksanaan GPM Polri merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Kabareskrim Polri selaku Ketua Pengarah Satgas Pengendalian Harga Beras 2025.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi Polri dalam menjaga stabilitas pangan nasional dengan tiga fokus utama:
1. Menjaga kestabilan pasokan dan harga beras agar tetap terjangkau.
2. Memperluas distribusi beras SPHP ke seluruh daerah.
3. Menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional.
“Polri sebagai bagian dari instrumen pembangunan nasional berperan aktif mendukung program pemerintah dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga bahan pokok,” tegasnya.
Sejak Gerakan Pangan Murah Polri diluncurkan pada 27 Agustus 2025, program ini telah dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah. Berdasarkan data hingga 30 Oktober 2025, kegiatan GPM Polri telah menjangkau 35.667 titik penyaluran dengan total 85.719 ton beras SPHP yang disalurkan kepada lebih dari 19 juta masyarakat.
Instruksi serupa juga telah diteruskan kepada seluruh Dirreskrimsus Polda, Kasat Reskrim Polres, hingga Kanit Reskrim Polsek untuk terus melanjutkan pelaksanaan GPM hingga akhir Desember 2025.
Melalui GPM, Polri ingin memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau serta menekan potensi spekulasi harga di lapangan.
“Program ini bukan sekadar menjual beras, melainkan wujud tanggung jawab sosial Polri dalam menjaga stabilitas ekonomi dan membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga pangan,” pungkasnya.
(Rafi Adhi)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media