Ekonomi . 01/11/2025, 15:50 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong para mantan pekerja migran Indonesia (PMI) untuk terlibat aktif dalam Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai penggerak dan mentor usaha di tingkat desa.
Dorongan ini disampaikan Ferry dalam kerja sama antara Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yang bertujuan memperkuat kelembagaan Kopdes/Kel Merah Putih sekaligus memberdayakan pekerja migran Indonesia yang telah kembali ke tanah air.
“Dengan pengalaman internasional yang mereka miliki, eks pekerja migran bisa membawa praktik bisnis baru, jejaring, serta semangat profesionalisme ke koperasi. Mereka dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa,” ujar Ferry dalam keterangan resminya, Sabtu, 1 November 2025.
Ferry menilai keterlibatan mantan pekerja migran dapat memperluas basis ekonomi lokal. Selain menjadi penerima manfaat, mereka juga diharapkan berperan sebagai pelaku usaha yang mampu memperkuat rantai ekonomi produktif di wilayahnya.
“Kami ingin setelah masa kerja mereka di luar negeri berakhir, dana hasil jerih payah itu dapat diputar kembali untuk mengembangkan usaha dan memberikan manfaat bagi perekonomian di sekitar tempat tinggalnya,” jelas Ferry.
Melalui Kopdes/Kel Merah Putih, pemerintah berharap terbentuk ekosistem ekonomi yang inklusif, di mana para purna pekerja migran berperan dalam pembangunan berkelanjutan di desa.
Di sisi lain, Menteri P2MI Mukhtarudin menilai kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas lembaganya dalam memberdayakan eks pekerja migran, terutama karena keterbatasan infrastruktur dan jangkauan layanan yang masih ada saat ini.
“Kami ingin bergabung dalam jaringan Kopdes Merah Putih yang sudah terbentuk, untuk memanfaatkan ruang pemberdayaan yang ada bagi para purna pekerja migran,” ujar Mukhtarudin.
Mukhtarudin juga menyoroti masih rendahnya literasi keuangan di kalangan pekerja migran yang telah kembali ke Indonesia. Banyak dari mereka kehilangan arah dalam mengelola hasil kerja di luar negeri.
Melalui kolaborasi dengan Kemenkop, P2MI berkomitmen memberikan pendampingan ekonomi, pelatihan kewirausahaan, dan akses ke sumber pembiayaan produktif bagi para mantan pekerja migran.
“Kami ingin kolaborasi ini bukan hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada perlindungan. Pembentukan koperasi pekerja migran akan kami koordinasikan agar pembiayaannya bisa diintegrasikan, tidak hanya melalui KUR, tapi juga lewat BLU milik Kemenkop,” tutur Mukhtarudin.
Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya ekosistem pemberdayaan pekerja migran berbasis koperasi, sekaligus memperkuat peran Kopdes/Kel Merah Putih sebagai motor ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.
(Ayu Novita)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media