Mereka akan memberikan pembekalan tentang nilai-nilai syariat dalam seni perfilman dan praktik produksi film berbasis nilai serta kearifan lokal.
“Kita ingin film santri menjadi media dakwah kultural bukan hanya menceritakan agama, tapi juga menampilkan wajah Islam yang penuh kasih, damai, dan kreatif,” tambah Basnang.
Malam Puncak SANFFEST 2025: Ajang Penghargaan dan Jejaring Nasional
Setelah melalui proses seleksi dan kurasi, puncak acara SANFFEST 2025 akan digelar pada 14 Desember 2025. Dalam acara tersebut, akan diumumkan karya-karya terbaik sekaligus diselenggarakan malam penghargaan bagi film santri inspiratif.
Tak hanya itu, malam puncak SANFFEST juga akan menjadi ajang jejaring nasional bagi komunitas perfilman pesantren, sineas muda, dan pegiat film dari seluruh Indonesia.
“Kami berharap acara ini melahirkan komunitas perfilman santri di berbagai daerah. Mereka nantinya bisa menjadi aktor penting dalam percakapan kebudayaan nasional dan global,” ungkap Basnang Said penuh optimisme.
Dengan hadirnya SANFFEST 2025, Kementerian Agama berharap dunia pesantren tidak hanya dikenal sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga melahirkan insan kreatif yang berdaya saing dalam industri kreatif nasional.
Festival ini membuka peluang besar bagi santri untuk menjadi sutradara, penulis skenario, editor, hingga produser film, yang berlandaskan nilai-nilai moral dan kearifan budaya.