Nasional . 03/11/2025, 19:08 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Kabar baik bagi para lulusan baru! Program Pemagangan Nasional Batch 2 tahun 2025 resmi dibuka pada awal November ini.
Program ini menjadi lanjutan dari batch pertama yang telah digelar pada Oktober lalu dan mendapat antusiasme tinggi dari kalangan pencari kerja muda di seluruh Indonesia.
Berdasarkan keterangan resmi dari laman ekon.go.id, tahap pendaftaran perusahaan dan usulan program pemagangan berlangsung dari 24 Oktober hingga 5 November 2025.
Selanjutnya, tahap pendaftaran peserta magang nasional batch 2 dijadwalkan pada 6–12 November 2025, diikuti proses seleksi dan pengumuman peserta pada 12–20 November 2025.
Bagi peserta yang lolos seleksi, pelaksanaan program magang nasional batch 2 akan dimulai 24 November 2025 hingga 23 Mei 2026
Kabar menggembirakan datang dari pihak penyelenggara. Kuota Program Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Batch 2 meningkat drastis dari batch sebelumnya.
Jika pada batch 1 (Oktober 2025) hanya tersedia 20 ribu kuota peserta, kali ini pemerintah menargetkan 80 ribu peserta magang yang akan disebar di berbagai sektor industri.
Peningkatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses pengalaman kerja bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah keterampilan praktis di dunia kerja.
“Pemerintah berharap peserta magang tidak hanya mendapatkan keterampilan dan pengalaman kerja, namun juga belajar tentang disiplin kerja serta adaptasi budaya dari dunia belajar ke dunia bekerja,” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
Antusiasme tinggi juga datang dari sisi perusahaan dan instansi. Hingga 31 Oktober 2025, tercatat sudah 1.942 perusahaan dan instansi yang mendaftar di platform Maganghub — portal resmi pendaftaran program pemagangan nasional.
Melalui platform ini, perusahaan bisa mengusulkan program magang yang relevan dengan kebutuhan industri. Di sisi lain, peserta magang akan mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung di dunia kerja dan berpotensi direkrut setelah program selesai.
“Program ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Perusahaan dapat membina talenta muda agar siap kerja sekaligus menyaring potensi tenaga kerja berkualitas,” tambah Haryo.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media