Ekonomi . 03/11/2025, 22:04 WIB

SKEMA UTANG WHOOSH BOCOR! Pemerintah Siapkan APBN Jadi Opsi Talangan

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci dari sektor ekonomi dan investasi, termasuk:

  • Menteri Investasi Roslan Roslani selaku CEO Danantara.
  • Menteri Perhubungan Dudi Perwagandi.
  • Pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
  • Pejabat dari Kementerian Keuangan.

“Tadi siang bertempat di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, kami menggelar rapat koordinasi,” ujar AHY. Keterlibatan menteri-menteri dari sektor investasi, perhubungan, dan keuangan memastikan semua aspek risiko dan peluang telah dianalisis secara mendalam.

Misi AHY ke Istana: Melaporkan dan Meminta Guidance Presiden

Kunjungan AHY ke Istana Kepresidenan pada hari itu merupakan kelanjutan langsung dari rapat koordinasi sebelumnya. AHY menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah melaporkan hasil diskusi lintas kementerian sekaligus meminta arahan strategis dari Presiden Prabowo.

“Ya tentu kita ingin melihat berbagai isu, ya termasuk KCIC Jakarta Bandung, ada permasalahan yang harus kita carikan solusinya juga. Ada sejumlah opsi tentu,” kata AHY, menunjukkan bahwa tim sudah memiliki portofolio opsi.

Permintaan guidance ini sangat krusial. "Iya, tentunya kita ingin mendapatkan sejumlah guidance (arahan) dari Bapak Presiden," beber AHY. Arahan dari Presiden akan menjadi payung hukum dan politik untuk memutuskan skema mana, termasuk opsi APBN, yang paling tepat untuk dieksekusi.

Masa Depan Whoosh: Harapan Baru untuk Infrastruktur Negara

Komitmen pemerintah untuk hadir dan mencari solusi utang Whoosh yang melibatkan APBN (dengan skema pemisahan aset) adalah langkah besar. Hal ini menegaskan bahwa Kereta Cepat Jakarta-Bandung dipandang bukan hanya sebagai proyek bisnis semata, tetapi sebagai aset infrastruktur strategis nasional yang harus diselamatkan dan didukung penuh oleh negara.

Skema pemisahan antara pengelolaan infrastruktur dan operasional profit ini berpotensi menjadi model baru bagi pembiayaan proyek-proyek infrastruktur besar lainnya di masa depan. Model ini bertujuan melindungi perusahaan operator dari beban utang yang terlalu besar, sehingga mereka bisa lebih fokus meningkatkan layanan, menambah frekuensi, dan akhirnya, mencapai titik impas (BEP) dan keuntungan.

Kita tunggu bersama keputusan final dari Presiden Prabowo mengenai skema mana yang akan diambil. Yang jelas, dengan dukungan penuh dari lintas kementerian dan opsi penggunaan APBN, masalah utang Whoosh yang selama ini menjadi momok bagi KCIC akan segera menemukan jalan keluar yang permanen dan berkelanjutan. - Anisha Aprilia/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com