Nasional . 05/11/2025, 09:54 WIB

Pemerintah Masih Negosiasi dengan China Soal Utang Kereta Whoosh

Penulis : Khanif Lutfi  |  Editor : Khanif Lutfi

fin.co.id - CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, pemerintah saat ini masih melakukan negosiasi bersama Tiongkok untuk membahas utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Rosan menyebut hingga saat ini belum ada kesepakatan yang bersifat final. 

“Semuanya (pembahasan) masih berjalan, belum ada keputusan,” kata Rosan, Rabu, 5 November 2025.

Pria yang menjabat sebagai Menteri Investasi ini menjelaskan, proses negosiasi dilakukan tim lintas kementerian dan lembaga (K/L) pemerintah Indonesia. 

Termasuk Kemenko Infrastruktur, Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta BPI Danantara.

“Ini arahan dan juga kerja sama dari kita, semua dibutuhkan dan arahan presiden memang perlu kehadiran pemerintah, untuk kepentingan transportasi. Memang tidak hanya dilihat dari segi untung-rugi saja. Tetapi, dampaknya kepada masyarakat dan melihat kepada undang-undang yang ada. Ini memang menjadi tugas pemerintah,” ujar mantan Ketua Umum Kadin Indonesia dan Dubes RI untuk AS itu. 

Rosan menambahkan kehadiran pemerintah dalam proyek transportasi publik seperti Whoosh merupakan bagian dari tanggung jawab. Pemerintah memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas.

“Memang kereta adalah transportasi umum untuk kepentingan masyarakat luas dan oleh sebab itu kehadiran pemerintah memang akan ada dan hadir dalam program transportasi termasuk Whoosh,” jelas Rosan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah akan membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh sebesar Rp1,2 triliun setiap tahunnya.

Namun, ia tak menjelaskan darimana uang tersebut berasal apakah dari APBN ataupun Danantara.

"Pokoknya gak ada masalah, karena itu kita bayar mungkin Rp1,2 triliun per tahun," ujar Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa, 4 November 2025.

Prabowo menyebut Whoosh bukan hanya dilihat dari kekurangannya. Namun, ia mengatakan keberadaan Whoosh juga memiliki manfaat bagi masyarakat.

"Tetapi manfaatnya, mengurangi macet, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan, ini semua harus dihitung," ungkapnya. (Anisha Aprilia)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com