Nasional . 06/11/2025, 20:45 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Admin
Riska Amelia (21) – Asal Desa Penusuban, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah
Nabila Yulian Dessi Pramesti (21) – Asal Desa Majasari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur
Syifa Nadilah (21) – Asal Dusun Gombong, Desa Warungpring, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah
Muhammad Jibril Asyarafi (21) – Asal Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah
Bima Pranawira (21) – Asal Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur
Muhammad Labib Rizqi (21) – Asal Desa Noyonta Antasari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah
Selama proses pencarian, tim SAR menghadapi berbagai kendala cuaca dan kondisi medan sungai yang cukup berbahaya.
Arus deras, kedalaman yang tidak menentu, serta banyaknya batu besar dan ranting pohon di sungai membuat proses evakuasi berjalan hati-hati.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Semarang, BPBD Kendal, TNI, Polri, relawan PMI, dan masyarakat sekitar, bekerja selama lebih dari 30 jam untuk menemukan seluruh korban.
“Debit air naik sangat cepat, arus deras, dan jarak pencarian cukup jauh. Tapi alhamdulillah semua korban berhasil ditemukan,” ujar salah satu anggota tim SAR.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan seluruh sivitas akademika UIN Walisongo Semarang.
Pihak kampus langsung mengirim tim pendamping untuk membantu proses identifikasi dan pemulangan jenazah ke daerah asal masing-masing.
Rektor UIN Walisongo, melalui keterangan tertulisnya, menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden ini.
“Kami sangat berduka atas musibah ini. Semoga seluruh korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tulisnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media