Megapolitan . 10/11/2025, 21:12 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta bergerak cepat menindaklanjuti insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada Jumat 7 November 2025.
Setelah kejadian itu, Pemprov langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan sekolah di seluruh wilayah Jakarta.
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa kejadian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat prosedur keselamatan di satuan pendidikan.
Ia menyampaikan hal itu saat menjenguk korban yang masih menjalani perawatan di RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi, Jakarta Pusat, pada Ahad 9 November 2025.
“Kami memahami kekhawatiran para orang tua dan keluarga korban. Mari kita jadikan kejadian ini sebagai pelajaran bersama untuk lebih waspada dan memperkuat budaya keamanan di lingkungan kita,” ujar Rano dalam keterangannya, Senin 10 November 2025.
Rano memastikan, seluruh langkah penanganan dilakukan secara transparan, cepat, dan terkoordinasi antara Pemprov, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan.
Ia menegaskan bahwa seluruh siswa korban insiden mendapatkan perawatan medis terbaik, termasuk pendampingan psikologis.
Tak hanya itu, seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Jakarta sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan pelajar.
“Keselamatan siswa dan tenaga pendidik merupakan prioritas utama kami. Kami ingin memastikan bukan hanya pemulihan fisik, tapi juga kesehatan mental anak-anak dan para guru,” tambah Rano.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, proses belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta dialihkan secara daring sementara waktu.
Langkah ini diambil agar para siswa bisa tetap melanjutkan pendidikan tanpa harus memaksakan kehadiran fisik di lokasi sekolah yang masih dalam tahap evaluasi keamanan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media