Internasional . 10/11/2025, 22:30 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Loomer memperingatkan bahwa kemenangan politikus beragama Islam di jantung ekonomi dunia itu akan menjadi sinyal bahaya bagi komunitas Yahudi di seluruh dunia.
“Ketika hal itu menjadi hal yang normal di New York, ini akan menjadi alarm peringatan bagi orang Yahudi di mana pun,” tambahnya.
Dalam pernyataan yang cukup keras, Loomer juga menyinggung hubungan antara AS dan Israel. Ia menilai jika tren seperti ini berlanjut, Israel harus belajar bertahan tanpa sokongan penuh dari Washington.
“Israel harus belajar bertahan hidup tanpa bantuan Amerika,” kata Loomer.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa dirinya tetap mendukung Israel dan menolak anggapan bahwa slogan “America First” berarti anti-Israel.
“Anda bisa memprioritaskan negara Anda sendiri dan tetap mendukung hak negara Yahudi untuk eksis,” ujarnya menegaskan.
Sebelum terjun ke dunia politik, Zohran Mamdani dikenal sebagai anggota Partai Demokratik Sosialis Amerika (DSA) dan aktivis pro-keadilan sosial.
Ia banyak terlibat dalam isu perumahan, upah layak, dan keadilan rasial. Sebagai anak imigran, Mamdani sering mengangkat isu kesetaraan bagi kelompok minoritas dan imigran.
Dalam pidato kemenangannya, ia menyebut kemenangan ini sebagai “suara bagi mereka yang selama ini tak punya suara.”
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media