Hukum dan Kriminal . 11/11/2025, 14:29 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) masih terus berlangsung. Fokus utama penyelidikan lembaga antirasuah itu disebut berkaitan dengan pengadaan lahan di sejumlah titik jalur proyek.
“Karena ini masih penyelidikan, materinya itu terkait dengan lahan sebetulnya. Jadi bukan masalah prosesnya, terkait dengan pembebasan lahan,” ujar Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 11 November 2025.
Asep menambahkan, penyelidikan meliputi beberapa komponen dan saat ini timnya tengah menelusuri aspek yang berkaitan dengan pembebasan lahan.
"Karena ini ada beberapa komponen, yang kita lidi itu terkait dengan pembebasan lahannya," lanjutnya.
Meski demikian, ia belum bersedia menjelaskan secara spesifik wilayah mana yang menjadi fokus penyelidikan.
"Yang di Halim atau di mana, apa di Bandung atau di antara itu, sepanjang itu, ya, itu yang sedang kami tangani,” tegasnya.
Asep menegaskan bahwa KPK berkomitmen penuh untuk mengusut dugaan korupsi dalam proyek strategis nasional tersebut.
"Ada oknum-oknum di mana dia, yang bersangkutan itu yang seharusnya ini milik negara tapi dijual lagi ke negara. Jadi kami tidak sedang mempermasalahkan Whoosh itu, tapi kita dengan laporan yang ada ini adalah, ada barang milik negara yang dijual kembali kepada negara dalam pengadaan tanahnya ini," ungkapnya.
Menurut informasi, penyelidikan kasus dugaan mark up dana proyek Whoosh telah dimulai sejak awal tahun 2025.
Sebelumnya, Asep juga sempat mengonfirmasi bahwa perkara tersebut telah memasuki tahap penyelidikan.
"Saat ini sudah pada tahap penyelidikan,” ujarnya kepada wartawan pada Senin, 27 Oktober 2025.
Ia enggan mengungkap secara detail kapan penyelidikan dimulai, namun menegaskan bahwa prosesnya dilakukan secara tertutup sebagaimana mekanisme standar di KPK.
Sorotan Mahfud MD: Biaya Proyek Naik Tiga Kali Lipat
Isu dugaan pembengkakan biaya proyek Whoosh juga pernah disinggung mantan Menko Polhukam Mahfud MD. Melalui unggahan di kanal YouTube pribadinya, Mahfud mengungkap adanya perbedaan signifikan antara biaya pembangunan per kilometer versi Indonesia dan China.
"Menurut pihak Indonesia, biaya per 1 kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar AS. Tapi di China sendiri hitungannya 17 sampai 18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat kan," kata Mahfud dalam video tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media