Nasional . 11/11/2025, 14:57 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu’ti terus mempercepat langkah transformasi digital di dunia pendidikan. Melalui program penyaluran Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital, pemerintah menargetkan setiap sekolah memiliki minimal tiga unit perangkat tersebut pada tahun 2026.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan besar untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar di ruang kelas. Abdul Mu’ti mengungkapkan, sepanjang 2025 pihaknya telah menyalurkan lebih dari 288 ribu unit IFP ke berbagai sekolah di Indonesia. Jumlah ini akan terus bertambah dalam dua tahun mendatang.
“Tahun ini kita fokus dulu pada 288 ribu 800 sekian yang satu sekolah satu. Nah tahun depan yang dijanjikan pak Presiden dalam rapat kabinet itu, akan dibagikan tiap sekolah 3 sehingga di tahun 2026 diharapkan ada 4 IFP di masing-masing sekolah, dan beliau menyampaikan di tahun berikutnya di tahun 2027 akan dikirim lagi dua per sekolah,” tutur Abdul Mu’ti saat konferensi pers bersama Canva, Selasa, 11 November 2025.
Menurutnya, penerapan teknologi digital di sekolah akan menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan.
“Di mana melalui digitalisasi pendidikan itu beliau membuat sebuah kebijakan, semua anak dapat belajar dengan sebaik-baiknya dengan teknologi yang sekarang sudah mulai kita kirimkan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Dalam berbagai kunjungan ke sekolah, termasuk di NTB dan Kudus, Menteri Abdul Mu’ti menilai kehadiran papan interaktif telah membawa perubahan besar dalam cara guru mengajar dan siswa belajar.
“Luar biasa sekali, sangat bermanfaat. Media interaktif ini mempermudah guru dalam mengajar dan membuat siswa lebih mudah menangkap materi. Bahkan, hasil pembelajaran bisa langsung dikirim lewat media sosial,” ujarnya.
Perangkat digital ini memungkinkan pembelajaran yang lebih kolaboratif dan interaktif, menggantikan metode konvensional. Fitur-fiturnya mendukung pendekatan deep learning serta pembelajaran yang lebih sadar, bermakna, dan menyenangkan (mindful, meaningful, joyful learning).
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa distribusi IFP memiliki dasar hukum kuat, yang mengacu pada instruksi dan peraturan presiden (Inpres dan Banpres). Hingga kini, sudah lebih dari 70 ribu unit IFP tersalurkan ke berbagai sekolah di seluruh penjuru negeri.
Target pengiriman tahap ini akan rampung pada Desember 2025, disertai sistem pemantauan menyeluruh untuk memastikan perangkat tidak terbengkalai. Proses tersebut mencakup pengawasan mulai dari produksi, distribusi, hingga pemakaian di sekolah penerima.
Kemendikdasmen juga meninjau pemanfaatan IFP di berbagai satuan pendidikan, dari SD, SMK, hingga SLB, agar semua jenis peserta didik, termasuk penyandang disabilitas seperti tunanetra, dapat memperoleh manfaat yang setara.
Target menghadirkan tiga papan interaktif di setiap sekolah pada 2026 menjadi bagian dari misi besar Kemendikdasmen mewujudkan “pendidikan bermutu untuk semua dengan dukungan partisipasi semesta”, sesuai arah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
(Hasyim Ashari)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media