Megapolitan . 11/11/2025, 19:11 WIB

TERKUAK! Kandungan Maut Bom SMAN 72 Adalah Kalium Klorat, Diledakkan Pakai Remote Control!

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id – Fakta-fakta di balik aksi teror bom rakitan di SMAN 72 Jakarta semakin terungkap gamblang. Tim Gegana Satuan Brimob Polda Metro Jaya membeberkan detail teknis yang mengerikan mengenai bahan dan mekanisme peledak yang digunakan. Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengonfirmasi total tujuh bom ditemukan di area sekolah, di mana empat meledak dan tiga lainnya berhasil diamankan dalam kondisi aktif.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menjelaskan bahwa tim Penjinak Bom (Jibom) langsung bergerak cepat begitu laporan ledakan diterima. Mereka segera membuat zona perimeter yang ketat—mulai dari zona merah (titik ledakan), zona kuning (area kerja Jibom), hingga zona hijau (area aman di luar pagar sekolah)—untuk mensterilkan lokasi. Gegana bertindak cepat memastikan tidak ada bom susulan (secondary device) sebelum mengevakuasi bahan peledak aktif, langkah yang krusial untuk mencegah korban tambahan.

Pemeriksaan awal menemukan dua titik ledakan utama yang menjadi pusat serangan, yaitu di dalam masjid sekolah dan di area taman baca serta bank sampah di lingkungan SMAN 72.

Dua Bom Masjid Dipicu Remote Control dan Kalium Klorat

Hasil olah TKP di dalam masjid sungguh mengejutkan. Petugas menemukan serpihan plastik, dua kawah ledakan, paku baja dan seng (sebagai shrapnel), potongan tas, baterai, serta komponen elektronik seperti switch rocker dan papan PCB. Kombes Henik menyimpulkan ini adalah bukti kuat dua bom yang meledak di dalam masjid.

Bom yang meledak di masjid itu ternyata beroperasi dengan sistem yang terencana. Bahan utamanya adalah Kalium Klorat, dengan daya 6 volt yang disuplai dari empat baterai A4, inisiator berupa electric match, dan dikendalikan menggunakan remote control. Kombes Henik mengungkapkan: "Bom tersebut menggunakan daya enam volt dari empat baterai A4, inisiator berupa electric match, bahan peledak berisi kalium klorat, dan dikendalikan menggunakan remote control."

Dampak ledakan bom di masjid menimbulkan tekanan berlebih (overpressure) dan serpihan logam yang melukai korban, termasuk menyebabkan gangguan pendengaran—bukti daya rusak serius dari bom berdaya rendah ini.

Bom Kaleng Minuman Aktif Ditemukan!

Selain di masjid, tim Jibom juga menemukan ancaman lain di luar ruangan. Di area Taman Baca, Gegana menemukan bom aktif yang dikemas dalam kaleng minuman bermerek Coca-Cola, lengkap dengan sumbu bakar dan remote control di dekatnya. Temuan ini mengindikasikan kuat bahwa pelaku memicu ledakan dari jarak jauh menggunakan sistem kendali nirkabel pada beberapa unit bomnya.

Sementara itu, di Bank Sampah, ditemukan total empat bom. Dua di antaranya meledak sebagian (low order), sedangkan dua lainnya berhasil dijinakkan. Bom-bom di Bank Sampah ini memiliki mekanisme lebih sederhana, tidak memiliki rangkaian elektronik melainkan hanya mengandalkan sumbu bakar sebagai inisiator. Namun, bahan peledaknya sama berbahayanya: Kalium Klorat.

Polisi memastikan total tujuh bom ditemukan. Rinciannya: dua bom remote control meledak di masjid, dua bom sumbu bakar di Bank Sampah meledak sebagian, dan tiga bom aktif (dua di Bank Sampah dan satu di Taman Baca) berhasil diselamatkan. Ketiga bom aktif tersebut kini sudah diamankan di Markas Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya untuk analisis forensik lebih lanjut. - Rafi Adhi/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com