Nasional . 17/11/2025, 13:37 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
“Kami akan terus mengabdi di mana perdamaian membutuhkan penjaga,” ujar Prabowo.
Ia menekankan bahwa pernyataan tersebut bukan sekadar retorika politik, melainkan komitmen nyata Indonesia dalam menjaga perdamaian global.
Prabowo mengingatkan dunia bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang paling konsisten mengirim pasukan penjaga perdamaian PBB. Kontribusi tersebut tidak hanya dalam bentuk personel, tetapi juga dukungan finansial.
“Kami siap, kami akan menanggung beban ini,” tegas Prabowo.
Ia menyebut bahwa perdamaian tidak hanya harus ditegakkan di Gaza, tetapi juga di wilayah-wilayah konflik lainnya seperti Ukraina, Sudan, dan Libya.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan keyakinan bahwa PBB tetap menjadi institusi penting untuk menjaga stabilitas dunia.
“Tanpa eksistensi PBB, tidak ada satu pun negara yang bisa merasa aman,” ujarnya.
Prabowo menyoroti berbagai ancaman global seperti ketidakamanan pangan, energi, hingga krisis air yang berdampak pada banyak negara. Menurutnya, kerja sama internasional di bawah payung PBB sangat vital untuk menghadapi tantangan tersebut.
Pada Sidang Umum ke-80 itu, Prabowo mendapat urutan ketiga untuk menyampaikan pidato — sebuah posisi bergengsi. Urutan pertama ditempati Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, diikuti oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump.
Kehadiran Prabowo di sesi awal sidang menunjukkan meningkatnya pengaruh diplomatik Indonesia di mata dunia.
Sementara itu, koordinasi dengan negara-negara Timur Tengah terus berjalan. Pemerintah Indonesia berhati-hati memastikan bahwa seluruh aspek, dari mandat PBB hingga izin negara-negara terkait, benar-benar terpenuhi sebelum pasukan diberangkatkan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media