Ekonomi . 20/11/2025, 12:42 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Dengan potensi pasar yang begitu besar, SMF yakin kegiatan ini akan mendorong pendalaman pasar keuangan yang inklusif dan pastinya, menambah keyakinan investor pada surat utang mereka. Ini adalah win-win solution yang tidak boleh dilewatkan market player!
Deputi Senior Gubernur BI, Destry Damayanti, memberikan apresiasi tinggi pada langkah SMF, menyebutnya sebagai terobosan penting dalam pengembangan pasar keuangan. Dan kini, ia memberikan sinyal yang membuat pelaku pasar semakin FOMO.
Destry mengungkapkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) kini memungkinkan BI melakukan repo tidak hanya menggunakan Surat Berharga Negara (SBN) atau Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), tetapi juga surat berharga berkualitas lainnya.
"SMF sudah memenuhi kriteria itu," tegas Destry.
Artinya? Jangan kaget jika surat utang korporasi berkualitas lainnya akan segera menyusul jejak SMF!
Ia menjelaskan dampak langsung dari perluasan underlying transaksi repo BI ini:
Bayangkan, dengan jaminan likuiditas dari bank sentral, biaya yang ditanggung korporasi untuk mendapatkan pendanaan akan ikut menurun drastis. Ini adalah momentum emas yang menciptakan stabilitas dan efisiensi di pasar uang!
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, ikut berkomentar, menempatkan penyelesaian repo surat utang korporasi ini sebagai tonggak penting—tidak hanya bagi SMF, tetapi bagi seluruh ekosistem moneter Indonesia.
Suahasil melihat langkah ini sebagai penanda era baru dalam pengelolaan moneter di Tanah Air. "Ini penanda yang sangat baik bahwa sekarang ada era baru dalam pasar obligasi yang dapat direpokan ke BI," terangnya.
Secara fundamental, langkah ini mengubah peta permainan pasar utang korporasi. Obligasi korporasi kini memiliki fungsi tambahan yang premium, menjadikannya aset yang lebih atraktif dan likuid.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media