Ekonomi . 20/11/2025, 22:17 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Menkeu Purbaya kembali suntik Rp76 T ke 4 bank Himbara (Mandiri, BRI, BNI, DKI) untuk perkuat likuiditas. Dampak penuh penurunan suku bunga kredit diprediksi muncul di awal 2026.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali membuat gebrakan besar yang langsung memengaruhi likuiditas perbankan nasional. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah resmi menempatkan dana tambahan sebesar Rp76 triliun ke empat bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Keputusan ini mereka sahkan melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025. Penempatan dana jumbo ini merupakan kelanjutan dari program penggelontoran dana yang sebelumnya sudah mencapai Rp200 triliun ke lima bank Himbara. Secara total, intervensi likuiditas yang dilakukan pemerintah melalui bank-bank BUMN kini sudah mencapai angka yang sangat signifikan.
Menkeu Purbaya menjelaskan, langkah strategis ini memiliki tujuan tunggal yang sangat vital bagi perekonomian nasional: memperkuat likuiditas domestik. Likuiditas yang kuat adalah kunci bagi perbankan untuk menyalurkan kredit dan menjaga stabilitas pasar keuangan.
"Setelah penempatan tersebut, likuiditas domestik terbukti menguat dengan pertumbuhan stabil," ucap Menkeu Purbaya dalam acara Konferensi Pers APBN KiTa di Gedung Djuanda I, Kemenkeu, Kamis (20/11/2025). Pertumbuhan likuiditas yang stabil ini merupakan sinyal positif bagi pelaku usaha dan investor.
Dana tambahan sebesar Rp76 triliun ini digelontorkan ke empat bank, dengan alokasi yang berfokus pada tiga bank BUMN terbesar, ditambah satu bank daerah yang vital bagi DKI Jakarta. Ini menunjukkan fokus pemerintah pada penguatan pilar-pilar perbankan utama.
Bank-bank yang mendapatkan suntikan dana segar ini adalah:
Total penyaluran mencapai Rp76 triliun, didominasi oleh tiga bank Himbara yang masing-masing menerima Rp25 triliun. Alokasi ke Bank DKI, meskipun lebih kecil, menunjukkan upaya pemerintah dalam membantu likuiditas bank daerah yang juga memegang peran penting dalam pembangunan regional.
Tujuan utama dari penambahan likuiditas ini adalah mendorong perbankan agar dapat menurunkan suku bunga kredit. Dengan likuiditas yang melimpah, biaya dana bank akan lebih murah, sehingga mereka bisa menyalurkan pinjaman dengan bunga yang lebih rendah kepada masyarakat dan dunia usaha.
Namun, Menkeu Purbaya memberikan peringatan penting bagi para pelaku usaha yang menanti bunga kredit turun. Dia menjelaskan bahwa dampak penuh dari penambahan likuiditas ini tidak langsung terasa seketika.
"Dampak penuh dari tambahnya likuiditas perlu sampai 2–3 bulan semenjak uang itu diinjeksikan. Jadi, baru kita lihat dampak penuhnya di Desember 2025 dan Januari 2026," tutur Purbaya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media