Nasional

Gunung Semeru Alami 32 Kali Gempa Guguran Pasca Erupsi, Status Tetap Awas Level IV

Aktivitas Gunung Semeru di Jawa Timur terus menunjukkan peningkatan setelah erupsi yang terjadi pada Rabu 19 November 2025 siang

Gunung Semeru Alami 32 Kali Gempa Guguran Pasca Erupsi, Status Tetap Awas Level IV
Gunung Semeru kembali erupsi yang disertai semburan abu vulkanik.

Dalam data pengamatan visual dan instrumental, Semeru juga mengalami:

  • 1 kali gempa embusan (amplitudo 3 mm; durasi 67 detik)

  • 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 30 mm, S-P 21 detik, dan durasi 77 detik

Gempa embusan biasanya menunjukkan adanya pelepasan tekanan gas dari dalam tubuh gunung api, sedangkan gempa tektonik jauh menandakan adanya pengaruh pergerakan tektonik regional yang turut memengaruhi kestabilan gunung.

Kondisi Visual

Secara visual, Gunung Semeru terpantau:

Meskipun asap kawah tidak terlihat, aktivitas kegempaan memperlihatkan bahwa kondisi gunung masih sangat aktif dan perlu diwaspadai.

Status Tetap Awas (Level IV)

PVMBG menetapkan status Awas Level IV sejak Rabu (19/11/2025) pukul 17.00 WIB. Status ini adalah level tertinggi dalam sistem peringatan gunung api Indonesia, yang menunjukkan bahwa erupsi besar dapat terjadi sewaktu-waktu.

Dengan status tersebut, pemerintah mengeluarkan serangkaian rekomendasi ketat untuk menjaga keselamatan masyarakat.

Rekomendasi PVMBG untuk Masyarakat

PVMBG memberikan imbauan resmi sebagai berikut:

1. Larangan Aktivitas di Sepanjang Besuk Kobokan (20 km)

Masyarakat tidak boleh beraktivitas di sektor tenggara, terutama sepanjang Besuk Kobokan sejauh 20 km dari puncak (pusat erupsi) sebab area tersebut merupakan jalur utama aliran awan panas.

2. Area 500 Meter dari Sempadan Sungai Juga Harus Steril

Berita Terkait