Nasional . 20/11/2025, 17:28 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Komisi Reformasi Kepolisian terus menggeber kerja-kerja perombakan institusi Polri, pada Rabu 19 November 2025, lembaga tersebut menggelar rapat dengar pendapat (RDP) umum bersama berbagai elemen masyarakat di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan.
Dari forum diskusi besar ini, muncul tiga ide utama yang diyakini dapat mengubah wajah kepolisian Indonesia di masa mendatang.
Ketiga ide besar itu mencakup pembentukan Kementerian Keamanan, penguatan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), serta penataan ulang mekanisme rekrutmen hingga koordinasi penegakan hukum.
Usulan tersebut, menurut Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie, datang dari sejumlah purnawirawan TNI yang turut hadir memberikan pandangan.
Jimly menjelaskan bahwa masa kerja awal bagi Komisi Percepatan Reformasi Polri memang dirancang untuk menyerap sebanyak mungkin masukan masyarakat.
Pihaknya ingin memahami situasi dari berbagai sudut pandang sebelum merumuskan rekomendasi final.
“Bulan pertama ini kami membuka telinga dulu, membuka mata dulu. Banyak masukan yang membuat kami lebih memahami. Semua akan kami petakan,” ujar Jimly.
Menurutnya, proses memetakan ragam aspirasi menjadi langkah awal yang sangat penting agar arah reformasi Polri tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kritik Pola Pendidikan Polri
Salah satu sorotan yang banyak muncul dalam RDP ini adalah pola pendidikan kepolisian.
Sejumlah peserta menilai bahwa selama ini proses pendidikan Polri lebih menitikberatkan pada fisik dan kedisiplinan, namun kurang mengasah kemampuan kognitif, analitis, serta etika profesional.
Masukan ini menjadi salah satu isu penting dalam peta reformasi yang akan digarap Komisi, terutama di bidang pendidikan yang adaptif, humanis, dan berbasis kompetensi intelektual.
Dibuka Kanal Masukan Publik
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media