Ekonomi . 20/11/2025, 20:02 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - BI resmikan surat utang SMF sebagai underlying REPO pertama. Ini sinergi fiskal-moneter yang dorong likuiditas perbankan & sektor perumahan. Jangan ketinggalan!
Kabar super panas datang dari Bank Indonesia (BI)! Otoritas moneter tersebut baru saja mengukir sejarah dengan menetapkan Surat Utang PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF sebagai instrumen korporasi pertama yang resmi menjadi underlying transaksi Repurchase Agreement (REPO) BI. Keputusan monumental ini, yang diresmikan BI pada 10 November 2025 dan diperkenalkan kepada perbankan pada 20 November 2025, menandakan kolaborasi apik antara kebijakan moneter dan fiskal demi mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Jika Anda bergerak di sektor perbankan, pasar modal, atau properti, Anda wajib tahu implikasi besar dari langkah ini. SMF, yang merupakan Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, telah aktif menjadi alat fiskal pemerintah. Mereka adalah motor utama yang menyalurkan pendanaan untuk 25% program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menegaskan penetapan ini sebagai bukti nyata sinergi kebijakan. "Kebijakan fiskal menyediakan kerangka pembiayaan yang berkelanjutan, sementara Bank Indonesia dari sisi moneter memperkuat ekosistem likuiditas melalui perluasan instrumen operasi moneter," ucapnya. Sinergi inilah yang sangat krusial untuk mendukung sektor produktif, terutama perumahan, yang memiliki multiplier effect besar terhadap perekonomian nasional.
Hingga 30 September 2025, SMF telah menunjukkan daya ungkit yang luar biasa: dana PMN sebesar Rp11,22 triliun berhasil mereka salurkan menjadi Rp29,93 triliun untuk program FLPP. Selain itu, SMF juga aktif berpartisipasi dalam program mikro perumahan (griya tunas) untuk mendukung target pemerintah membangun 3 juta rumah.
Keputusan BI memilih Surat Utang SMF bukan terjadi begitu saja. Ada kriteria ketat yang berhasil dipenuhi oleh obligasi SMF, menjadikannya aset yang tidak bisa diabaikan. Ini adalah faktor-faktor krusial yang membuatnya menjadi instrumen REPO perdana:
Outstanding yang Besar: SMF merupakan penerbit surat utang terbesar nomor 3 di Indonesia, atau Perusahaan dengan rating idAAA terbesar nomor 2, dengan outstanding sebesar Rp25,38 Triliun per Oktober 2025.
Kepemilikan Perbankan: Obligasi SMF banyak dimiliki oleh perbankan, memudahkan transmisi kebijakan.
Credit Rating idAAA: Rating tertinggi yang memberikan jaminan kualitas aset.
Likuiditas di Pasar: Obligasi ini likuid dan mudah diperdagangkan.
Diakui HQLA: Surat utang SMF diakui sebagai High Quality Liquid Assets (HQLA) dalam perhitungan rasio likuiditas bank.
Pengakuan otoritas moneter ini secara otomatis meningkatkan kualitas aset SMF dan menegaskan peran penting mereka dalam menjaga likuiditas sistem keuangan. Dengan status baru ini, perbankan dan lembaga keuangan kini memiliki opsi likuiditas yang jauh lebih luas, sebab mereka bisa menggunakan obligasi SMF sebagai jaminan dalam transaksi repo dengan BI. Ini memperkuat profil likuiditas bank dan memberikan opsi exit yang lebih aman bagi investor.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media