Megapolitan . 21/11/2025, 18:25 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan, hingga triwulan III tahun 2025, Jakarta tetap memegang peran sebagai pusat kegiatan ekonomi Indonesia. Ia menyebutkan, kontribusi Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 16,39 persen.
Hal tersebut disampaikan Pramono dalam konferensi pers APBD DKI Jakarta di Balai Kota, Jumat, 21 November 2025.
"Jakarta tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional. Jakarta memberikan kontribusi 16,39 persen terhadap Produk Domestik Bruto atau terhadap PDB," kata Pramono.
Menurutnya, dominasi ekonomi Jakarta terutama disokong oleh sektor jasa, transportasi, dan akomodasi.
Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jakarta sepanjang 2025 berada pada kisaran 4,6 hingga 5,4 persen.
"Kami sendiri memperkirakan mungkin antara 5,1 persen lah secara average," lanjutnya.
Di sisi lain, Pramono menegaskan bahwa inflasi Jakarta masih terjaga dengan baik. Pada Oktober 2025, inflasi Jakarta berada di angka 2,69 persen—lebih rendah dari inflasi nasional yang sebesar 2,86 persen.
"Hal ini memperlihatkan bahwa harga barang dan jasa di Jakarta relatif terkendali dan stabilitas pasokan juga terjaga dengan sangat baik," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan menjaga inflasi tidak lepas dari peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang bekerja sama dengan pelaku usaha, distributor, dan perangkat daerah.
Pramono juga mengklaim bahwa hingga saat ini Jakarta tidak mengalami kelangkaan barang, terutama kebutuhan pokok. Program pengendalian inflasi, seperti pasar murah dan pangan bersubsidi, terus berjalan secara konsisten.
"Yang berikutnya adalah menjamin ketersediaan pasokan, dan relatif pasokan tidak pernah ada masalah, dengan kerja sama antardaerah dan juga urban farming, walaupun urban farming di Jakarta kontribusinya tentunya tidak terlalu besar," pungkasnya.
(Cahyono)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media