Nasional . 24/11/2025, 21:27 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Pemerintah resmi menugaskan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk menjaga seluruh kilang minyak milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kebijakan besar ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin usai rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Senin 24 November 2025.
Keputusan ini menandai babak baru dalam sistem keamanan objek vital nasional, sekaligus bentuk penguatan ketahanan energi dan pertahanan nasional di tengah meningkatnya potensi ancaman
Dalam keterangannya, Sjafrie menegaskan bahwa seluruh kilang dan terminal minyak BUMN kini masuk dalam struktur pengamanan TNI AD sebagai bagian penting dari “gelar kekuatan”.
“Kilang dan terminal ini juga bagian yang tidak terpisahkan dari gelar kekuatan kita,” ujar Sjafrie.
Ia menjelaskan, kilang minyak merupakan industri strategis yang memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan kedaulatan negara. Gangguan pada operasional kilang dapat mengguncang suplai energi nasional dan mengancam kepentingan negara secara luas.
Karena itu, sektor pertahanan, kata Sjafrie, wajib memperkuat seluruh matra — darat, laut, dan udara — untuk menjamin keamanan aset vital tersebut.
Target Besar: 150 Batalion Tiap Tahun
Hingga November 2025, Indonesia telah memiliki 150 Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan. Jumlah ini akan terus diperbesar.
“Jumlah tersebut akan terus bertambah dengan target 150 batalion per tahun,” tegas Sjafrie.
Ia menegaskan bahwa ekspansi ini bukan bentuk ambisi militer atau dominasi teritorial, tetapi demi menjaga:
Keutuhan wilayah
Pengamanan kepentingan nasional
Kestabilan produksi energi
Industri strategis yang menyangkut kedaulatan
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media