Internasional . 25/11/2025, 14:33 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Hubungan China (Tiongkok) dan Jepang kembali memasuki fase panas setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengeluarkan pernyataan kontroversial mengenai Taiwan.
Dalam sesi parlemen awal November, Takaichi menegaskan bahwa serangan bersenjata terhadap Taiwan dapat menjadi dasar Jepang mengerahkan pasukan berdasarkan konsep collective self-defense.
Dengan kata lain, jika Taiwan diserang, Jepang menganggap hal itu sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasionalnya.
Pernyataan ini langsung memicu tanggapan keras dari Beijing.
Kementerian Luar Negeri China meminta Takaichi menarik ucapannya, sementara Konsul Jenderal China di Osaka, Xue Jian, mengunggah komentar bernada ancaman di media sosial. Unggahan tersebut memicu kemarahan publik Jepang dan memperbesar tensi diplomatik kedua negara.
Situasi semakin memanas ketika China:
mengeluarkan larangan perjalanan ke Jepang,
menunda perilisan anime Jepang di negaranya,
hingga memperingatkan bahwa Beijing siap mengambil “tindakan tegas dan keras.”
Di tengah suasana yang semakin panas ini, muncul pertanyaan penting:
Dan apa dampaknya bagi stabilitas Asia Timur?
Berikut perbandingan kekuatan militer keduanya berdasarkan data Global Fire Power 2025 (Kamis, 20/11):
1. Indeks Kekuatan Militer: China Unggul Jauh
Global Fire Power menggunakan indikator PowerIndex, di mana semakin kecil angkanya, semakin kuat sebuah negara.
China: 0,0788 (peringkat 3 dunia)
Jepang : 0,1839 (peringkat 8 dunia)
Secara umum, angka ini menggambarkan perbedaan mencolok antara dua negara: China tampil sebagai raksasa militer, sementara Jepang adalah petarung teknis yang lincah dan sangat modern.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media