Internasional . 25/11/2025, 21:35 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Jet generasi kelima ini menjadi komponen penting dalam menjaga dominasi udara AS di Indo-Pasifik, terutama di kawasan yang semakin dipenuhi aktivitas militer China.
2. Gelombang Kedua: F-16C Fighting Falcon
Gelombang kedua datang pada 18 Oktober, berupa kehadiran F-16C dari Skuadron Tempur Ekspedisi ke-119 yang berbasis di Atlantic City Air National Guard Base, New Jersey.
Meski F-16 tidak memiliki teknologi siluman seperti F-35A, pesawat ini tetap dipuji karena:
kelincahan tinggi,
fleksibilitas misi,
rekam jejak pertempuran yang panjang,
serta kemampuan untuk menjalankan misi udara-ke-udara maupun udara-ke-darat.
18th Wing menyatakan bahwa kedatangan F-16C ini menutup program rotasi jet tempur terbaru, sekaligus memastikan kesiapan operasional pangkalan tetap optimal.
Penguatan kehadiran militer AS di Kadena bukan hanya soal menunjukkan kekuatan. Ada beberapa alasan strategis yang membuat langkah ini sangat signifikan:
1. Dekat dengan Taiwan
Posisi Kadena memungkinkan AS merespons cepat setiap eskalasi di Selat Taiwan.
2. Mencegah Dominasi China di Laut China Timur
Beijing semakin agresif, terutama setelah sering mengirim kapal dan pesawat ke wilayah udara serta laut yang disengketakan.
3. Menguatkan Aliansi AS–Jepang
Setelah pernyataan PM Takaichi, AS perlu memastikan Jepang tidak berdiri sendiri dalam menghadapi tekanan China.
4. Menjaga Stabilitas Indo-Pasifik
Kawasan ini merupakan jalur perdagangan vital dunia. Konflik besar akan berdampak global.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media