Megapolitan . 25/11/2025, 16:42 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan perbaikan pada tanggul Pantai Mutiara di Penjaringan, Jakarta Utara, setelah muncul laporan adanya kebocoran atau rembesan pada struktur penahan air tersebut.
Langkah ini diambil untuk mencegah kemungkinan terburuk apabila tanggul tersebut jebol dan memicu banjir besar hingga ke pusat kota Jakarta.
Sebagaimana pernah disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, jika tanggul Pantai Mutiara jebol, maka banjir berpotensi merendam Jakarta hingga kawasan Monas.
Menanggapi informasi terkait kebocoran tanggul di area reklamasi itu, Wakil Gubernur Rano menyatakan, akan segera turun langsung.
"Itu kita dengar (tanggul rembes), makanya saya akan berkunjung," ujar Rano, Selasa, 25 November 2025.
Pria yang akrab disapa Bang Doel tersebut menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mencegah dampak lebih besar adalah dengan memperbaiki tanggul.
Ia pun menambahkan perlunya pengecekan langsung untuk melihat kondisi nyata di lapangan.
"Kalau solusi tentu harus diperbaiki. Cuma tingkat kerembesannya seperti apa, itu mesti kita lihat," ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berharap skenario buruk yang pernah diingatkan Ahok tidak sampai terjadi.
"Apa yang disampaikan Pak Ahok itu kalo jebol. Jadi bahasanya kalo. Ya bismillah gak jebol," kata Pramono di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Minggu, 16 November 2025.
Ahok sebelumnya mengingatkan bahwa potensi banjir dapat mencapai Monas apabila tanggul di Pantai Mutiara jebol.
"Jika (tanggul Pantai Mutiara) jebol air laut pasang dan hujan turun, bisa banjir sampai Monas," ujarnya kepada wartawan.
Ketika masih menjabat sebagai gubernur, Ahok melakukan normalisasi Waduk Pluit sebagai wadah penampungan air sekaligus pusat pengendalian banjir dari aliran Sungai Ciliwung.
Normalisasi tersebut berlangsung dua tahun, dimulai dengan pembebasan lahan yang kala itu dipenuhi bangunan semi-permanen. Setelahnya, dilakukan pengerukan dasar waduk dari kedalaman dua meter menjadi lima meter.
Upaya itu digerakkan sebagai langkah pencegahan banjir di kawasan Pluit, termasuk untuk mengantisipasi risiko jebolnya tanggul laut Pantai Mutiara.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media