Ekonomi . 26/11/2025, 07:56 WIB

Seabad Mengalirkan Harta Karun! Ini Rahasia Bendung Walahar, Warisan Kolonial yang Jadi Tulang Punggung Pangan Nasional

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id -  Bendung Walahar, infrastruktur kolonial berusia 100 tahun di Karawang, tetap jadi penjamin suplai air 174.000 hektar sawah. Simak peran strategis Jasa Tirta II (PJT II) yang kini pakai teknologi canggih SWOM!

Sorotan Utama: Infrastruktur Kuno Pencetak Harta Karun Rp7,6 Triliun!

Karawang, lumbung padi nasional, punya rahasia kekayaan yang usianya sudah seabad: Bendung Walahar. Siapa sangka, warisan infrastruktur peninggalan era kolonial ini tetap berdiri kokoh dan berfungsi optimal, menjadi nadi kehidupan bagi jutaan orang. Dibangun pada 1920 dan diresmikan pada 1925, bendung yang membentang sekitar 50 meter di atas Sungai Citarum ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan penjaga aliran kehidupan yang nilainya fantastis.

Bayangkan, hanya pada 2024 saja, nilai panen yang bergantung penuh pada suplai air irigasi dari Bendung Walahar mencapai angka mengejutkan: sekitar Rp7,6 triliun!

Sejarah Megah dan Peran Vital di Tarum Utara

Awalnya, Bendung Walahar dirancang khusus untuk menaikkan muka air hingga delapan meter. Tujuannya sederhana namun fundamental: agar aliran air Sungai Citarum bisa menjangkau wilayah Karawang bagian utara. Dari sana, air kemudian dialirkan ke barat dan timur melalui Induk Tarum Utara, sistem yang sampai hari ini menjadi urat nadi bagi kawasan tersebut.

Usia boleh tua, tetapi fungsionalitasnya tetap prima. Bendung Walahar hingga kini mampu mengairi lahan pertanian seluas kurang lebih 174.276 hektare setiap tahunnya di Karawang. Karawang sendiri terkenal sebagai lumbung padi terbesar kedua di Jawa Barat. Artinya, konsistensi aliran air dari Walahar tidak hanya memastikan hamparan sawah tetap produktif, tetapi juga menopang kebahagiaan para petani yang menggantungkan hidup pada hasil panen padi.

Tidak berhenti pada irigasi saja. Seiring berjalannya waktu, fungsi Bendung Walahar meluas secara strategis. Kini, bendungan bersejarah ini juga bertanggung jawab penuh memasok air baku bagi PDAM di seluruh wilayah Karawang. Keberadaannya benar-benar menjadi tulang punggung ketahanan air dan pangan regional.

Rahasia Awet Seabad: Sentuhan PJT II dan Dedikasi Tanpa Henti

Seabad Mengalirkan Harta Karun! Ini Rahasia Bendung Walahar, Warisan Kolonial yang Jadi Tulang Punggung Pangan Nasional

Bendung Walahar di Kabuoaten Karawang, Jawa Barat

Mengapa Bendung Walahar bisa bertahan melewati perubahan zaman, teknologi, hingga fenomena iklim ekstrem? Jawabannya terletak pada dedikasi dan profesionalisme Perum Jasa Tirta II (PJT II). PJT II memegang amanah besar, menjaga agar warisan kolonial ini tidak hanya kokoh untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.

Meski arsitekturnya kuno, bahkan peralatan dan mesin penggeraknya sebagian besar masih orisinal sejak masa pembangunan satu abad lalu, semua tetap bekerja mulus. Hal ini membuktikan betapa vitalnya pemeliharaan yang konsisten dan berstandar tinggi yang diterapkan oleh Insan PJT II. Seperti yang kerap operator sampaikan, "Bendung Walahar bukan sekadar bangunan tua; ini adalah penjaga aliran kehidupan."

PJT II secara rutin membangun komunikasi intensif dengan para petani, memastikan distribusi air berjalan merata dan tepat sasaran, khususnya saat masa tanam kritis. Bagi PJT II, sesuai slogan "Air untuk Menghidupi Negeri", keberhasilan adalah ketika mereka melihat senyum petani saat panen dan pasokan air masyarakat terpenuhi.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com