Hukum dan Kriminal . 26/11/2025, 18:19 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Kasus meninggalnya bocah Alvaro Kiano Nugroho (6), yang diduga menjadi korban kekerasan oleh ayah tirinya, menimbulkan keprihatinan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Tragedi ini memicu imbauan agar perempuan, khususnya orang tua tunggal, lebih selektif dalam memilih pasangan baru yang akan menjadi orang tua sambung bagi anak-anak mereka.
Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Irjen Pol (Purn) Desy Andriani, menekankan risiko bagi anak jika orang tua salah memilih pasangan.
“Keliru dalam memiliki pasangan, apalagi pasangan yang sambung, dampaknya bisa sangat berpengaruh kepada anak. Hati-hati bagi yang pernah mengalami perceraian,” ujar Desy dalam konferensi pers Media Talk, Rabu, 26 November 2025.
Desy juga menyoroti pentingnya kondisi psikologis orang tua. Ia mengingatkan perempuan agar tidak berpura-pura kuat atau mampu menghadapi segala hal sendiri, karena tekanan psikologis yang tak terlihat bisa berimbas pada keluarga.
“Jangan lupa para perempuan Indonesia, tidak boleh berpura-pura kuat. Kondisi psikologis yang rapuh dapat berdampak pada anak dan rumah tangga,” tambahnya.
Imbauan Pencegahan KemenPPPA dan Lembaga Perlindungan Anak:
1. Pemeriksaan Riwayat Calon Pasangan: Pastikan calon pasangan sambung tidak memiliki riwayat kriminal atau temperamen yang berisiko membahayakan anak.
2. Kesiapan dan Bonding Anak: Pastikan ikatan sehat antara anak dan calon orang tua sambung terbentuk sebelum perkawinan.
3. Anak Bukan Objek Balas Dendam: Anak harus dilindungi dari konflik atau motif balas dendam yang mungkin muncul dari hubungan orang tua.
KemenPPPA mengingatkan masyarakat untuk berani melapor jika mengetahui atau mengalami kekerasan, melalui layanan SAPA 129 (telepon 129 atau WhatsApp 08111-129-129) agar mendapat penanganan cepat.
(Hasyim Ashari)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media