Nasional . 02/12/2025, 07:47 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - BMKG kembali mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat Indonesia. Selasa ini, berbagai kota besar berpotensi diguyur hujan ringan hingga lebat, bahkan disertai kilat dan angin kencang. Informasi ini tentu wajib menjadi perhatian, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
Dikutip dari laman resmi BMKG, prakirawan Lintang menjelaskan bahwa daerah konvergensi memanjang dari perairan selatan Pulau Rote hingga Laut Flores, dari Laut Banda hingga Laut Arafuru, dan dari perairan utara Aceh hingga Sumatera Utara. Selain itu, wilayah Semenanjung Malaysia hingga Kepulauan Riau, perairan barat Lampung hingga Jambi, Samudra Hindia selatan Yogyakarta hingga Laut Jawa, Laut Natuna hingga Kalimantan Utara, serta Laut Sawu hingga Sulawesi Tenggara juga masuk zona konvergensi.
Kondisi ini memicu pertumbuhan awan hujan di sepanjang jalur konvergensi. Akibatnya, beberapa kota besar akan mengalami hujan sedang hingga sangat lebat dengan potensi petir dan angin kencang. Daftar kota yang masuk kategori ini antara lain Bengkulu, Pangkal Pinang, Palangkaraya, Bandung, Yogyakarta, Mataram, Ternate, Mamuju, Manado, Kupang, dan Merauke.
Sementara itu, sejumlah kota besar lain diperkirakan hanya diguyur hujan ringan hingga sedang. Medan, Pekanbaru, Tanjung Priok, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Banjarmasin, Denpasar, Palu, Gorontalo, Makassar, Kendari, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Nabire, dan Jayawijaya termasuk di antaranya.
Beberapa kota lain hanya akan mengalami cuaca berawan, seperti Padang dan Banda Aceh. Meski terlihat “aman”, tetap disarankan untuk memantau prakiraan cuaca secara berkala.
Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menekankan bahwa dua bulan ke depan curah hujan di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian Sulawesi Selatan, Papua Selatan, dan Kalimantan akan tinggi hingga sangat tinggi. Fenomena ini terkait dengan fase pertumbuhan bibit siklon atau siklon tropis di selatan Indonesia hingga NTT, Laut Arafura, dan selatan Papua.
BMKG menegaskan wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan mencakup Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa, Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Selatan, dan Papua Tengah. Dalam periode November 2025 hingga April 2026, potensi hujan lebat dan angin kencang meningkat karena fase pertumbuhan siklon tropis.
Peringatan dini ini menjadi sinyal bagi masyarakat untuk lebih waspada. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya disesuaikan, kendaraan dicek kelayakannya, dan anak-anak maupun lansia lebih diperhatikan agar terhindar dari risiko cuaca ekstrem. Bagi pekerja dan pelaku usaha logistik, hujan lebat dan angin kencang dapat memengaruhi mobilitas serta distribusi barang.
BMKG juga menganjurkan masyarakat memanfaatkan teknologi untuk memantau cuaca terkini. Aplikasi BMKG, media sosial resmi, dan laman BMKG menjadi sumber informasi terpercaya. Dengan informasi yang cepat dan akurat, risiko akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan. (ANTARA)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media