Hukum dan Kriminal . 02/12/2025, 12:39 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Dunia transportasi online kembali berduka. Muhammad Subekhan (23), seorang pengemudi taksi online, ditemukan tewas mengenaskan di bawah Jembatan Cimake, Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang pada Minggu (30/11) lalu. Korban diduga kuat menjadi korban pembegalan.
Kakak korban, Muhammad Irpan (30), mengungkapkan bahwa adiknya tersebut diketahui mendapatkan orderan dari Bunderan Dua Citra Raya menuju Cilegon. Kesepakatan dilakukan secara offline dengan tarif yang lebih rendah. Irpan mengaku selalu mengingatkan adiknya tentang zona merah penjemputan, mengingat dirinya juga berprofesi sebagai pengemudi ojek online.
"Adik saya berangkat dari rumah sekitar pukul 01.00 dini hari. Sekitar jam 3, saya merasa tidak enak hati, tidak tahu kenapa. Mungkin ini firasat akan melihat jasad adik saya," ujar Irpan, Selasa 2 Desember 2025.
Berdasarkan rekaman CCTV jalan tol, Irpan menuturkan bahwa adiknya sudah dalam kondisi tergeletak di kursi penumpang depan kiri sekitar pukul 03.47. Posisi korban sudah tidak bernyawa saat itu.
Kondisi jenazah Subekhan sangat memprihatinkan. Terdapat luka sobek di kepala, tangan terikat tali, bekas gorokan di leher, serta luka memar di dada. Mobil Calya abu-abu milik korban, beserta handphone dan dompet, raib dibawa kabur pelaku.
Irpan meyakini bahwa pelaku berjumlah lebih dari dua orang dan sudah dewasa. Keyakinan ini didasarkan pada rekaman CCTV yang dilihatnya.
"Adik saya itu orang baik dan sopan. Dia sudah menjadi pengemudi taksi online selama 5 tahun. Biasanya memang narik malam, dan siang dipakai untuk istirahat," jelas Irpan.
Keluarga berharap agar pihak kepolisian segera menangkap para pelaku dan memberikan hukuman seberat-beratnya. "Atau paling tidak hukuman mati, karena nyawa harus dibalas dengan nyawa," tegas Irpan dengan nada penuh harap.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media