Nasional . 03/12/2025, 20:35 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur kembali menjadi sorotan besar dunia arkeologi.
Tim Peneliti dan Pemugaran Situs Gunung Padang memastikan bahwa struktur punden berundak legendaris tersebut dibangun sejak sekitar 6.000 Sebelum Masehi (SM), menjadikannya jauh lebih tua daripada Piramida Giza di Mesir yang dibangun sekitar 2.500 SM.
Kepastian usia ini bukan sekadar dugaan. Para peneliti melakukan rangkaian uji laboratorium terhadap sejumlah sampel tanah dan material karbon yang diambil dari titik ekskavasi dalam beberapa bulan terakhir.
Ketua Tim Peneliti Gunung Padang, Ali Akbar, menjelaskan bahwa sampel utama yang diuji berasal dari teras kelima situs, tepatnya pada kedalaman sekitar empat meter di bawah permukaan.
“Sampel yang diteliti dan diuji termasuk kandungan karbon dari teras kelima, tepat di kedalaman empat meter dari permukaan. Dari situ dapat diketahui usia struktur terluar yang bisa kita lihat,” ungkap Ali.
Hasil analisis karbon menunjukkan bahwa bagian struktur tersebut telah dibangun sekitar 8.000 tahun lalu, mengindikasikan tahap awal pembangunan situs yang dilakukan dalam beberapa periode berbeda.
Dalam proses ekskavasi, para peneliti turut menemukan struktur fondasi yang sangat unik. Di kedalaman yang sama, tim menemukan batuan bulat menyerupai bentuk persegi lima, berbeda dari batu-batu memanjang yang umum ditemukan di permukaan situs.
Susunan batu-batu tersebut terlihat rapi dan membentuk satu hamparan, memperkuat dugaan bahwa struktur itu merupakan fondasi tertua dari bangunan purba ini.
Temuan ini semakin menegaskan bahwa pembangunan Gunung Padang berlangsung bertahap, mulai dari fondasi awal hingga terbentuklah punden berundak yang kini menjadi ikon arkeologi Indonesia.
Lebih Tua dari Piramida Giza
Dengan hasil penelitian terbaru ini, usia Gunung Padang—sekitar 6.000 SM—menjadikannya salah satu situs megalitikum tertua di dunia, bahkan lebih tua dari:
Piramida Giza (Mesir): 2.500 SM
Stonehenge (Inggris): 3.000–2.000 SM
Hal ini tentu menambah daftar panjang misteri dan keunikan Situs Gunung Padang, sekaligus mendorong minat penelitian internasional terhadap situs bersejarah di Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media